Instankaltim.com – Kutim – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), H. Apansyah, mengukuhkan pengurus Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2025–2030, di Hotel Royal Viktoria, Sangatta, Minggu (30/11/2025).
Dalam sambutannya, H. Apansyah menegaskan AMPI memegang peran sentral dalam proses regenerasi politik Partai Golkar. Ia menilai keberadaan AMPI bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi sebagai fondasi penting yang menyiapkan barisan pemimpin masa depan partai.
“Karena itu, para pengurus baru diminta menjaga komitmen, disiplin, serta soliditas agar AMPI dapat bergerak lebih efektif dan relevan menghadapi dinamika politik,” ujar H. Apansyah.
Sekitar 90 pengurus dilantik pada periode ini, Apansyah menilai mereka memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak aktivitas organisasi. Ia menyebut kader muda Golkar harus dipersiapkan lebih matang, baik dalam kapasitas politik, kemampuan organisasi, maupun kepekaan terhadap isu-isu publik.
Selain itu, menurutnya, kompetisi politik lima tahun mendatang tidak hanya menuntut semangat, tetapi juga kesiapan ide dan kemampuan eksekusi.
“Dengan komposisi tujuh kursi Golkar di DPRD Kutim saat ini, peluang merebut kursi ketua DPRD pada periode mendatang semakin terbuka, asalkan kader bergerak satu barisan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dinamika internal tetap sehat dan terarah. Apansyah menekankan bahwa setiap persoalan organisasi harus dibahas di ruang internal agar tidak menimbulkan distorsi atau melemahkan konsolidasi partai.
“Kalau punya permasalahan jangan membawa isu organisasi kepada pihak luar yang tidak memiliki garis struktural dengan kita, cukup di dalam saja,” tegasnya.
Selain konsolidasi politik, AMPI juga diminta terlibat aktif mengawal kebijakan publik, khususnya menyangkut penggunaan APBD Kutim. Apansyah menilai peran kader muda sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.
“Apalagi ditengah kondisi efisiensi anggaran daerah. Saya minta AMPI menyusun program kerja yang lebih terarah, mulai dari pendampingan UMKM, edukasi ekonomi kerakyatan, hingga pembentukan koperasi agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses bantuan pemerintah provinsi,” tutupnya.
Penulis: Dirhan
