Instankaltim.com – Kutim – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), ditambah kondisi air laut pasang, menyebabkan Sungai Sangatta meluap dan merendam sejumlah kawasan pemukiman warga di Kecamatan Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan pantauan dilapangan genangan air terpantau masih terjadi di beberapa titik dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter. Bahkan, di sejumlah lokasi, debit air dilaporkan terus mengalami peningkatan secara perlahan.
Di Kecamatan Sangatta Selatan, banjir merendam kawasan Gang Damai, Gang Ruto, Jalan Tanjung RT 19 Kelurahan Singa Gewe, Kampung Kajang, Kampung Baru RT 25, Kampung Tengah RT 16, Gang Loa Mali RT 02, hingga Dusun Danau Raya RT 01. Sementara di Kecamatan Sangatta Utara, genangan air terpantau di kawasan Gang Rama, Gang Pinang Dalam, Gang Cempaka dan Gang Masjid.
“Dari pagi hingga sore ini air terus naik, tidak ada tanda tanda surut. Air sudah setinggi lutut orang dewasa,” ujar Ilyas warga di Gang Cempaka, Sangatta Utara.
Ilyas mengungkapkan selain merendam pemukiman, banjir juga berdampak pada akses warga. Ruas jalan Gang Cempaka mulai tergenang air, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Untuk sementara, Jalan Gang Cempaka ditutup, karena air sudah cukup tinggi dan tidak aman untuk dilalui kendaraan,” ujarnya.
Ia berharap ada perhatian serius dari pihak pemerintah agar menelusuri penyebab banjir secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya perubahan aliran air atau aktivitas di wilayah hulu.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif, seperti normalisasi drainase dan pemantauan kawasan rawan banjir, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Aktivitas dan perekonomian warga pun mulai terdampak akibat genangan air yang belum surut. Terlebih, pemukiman padat di bantaran Sungai Sangatta dinilai dapat menyulitkan proses evakuasi apabila debit air kembali meningkat.
Dengan kondisi cuaca yang sulit diprediksi, diperlukan kesiapsiagaan serta koordinasi lintas instansi, sekaligus imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, utamanya dari serangan hewan liar (Buaya dan ular).
