Beras Premium Menyentuh Rp90 Ribu, Disdag Balikpapan Imbau Warga Manfaatkan Program Pasar Murah

Instankaltim.com – BALIKPAPAN – Lonjakan harga beras premium di sejumlah pasar tradisional Kota Balikpapan yang kini menembus kisaran Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kemasan 5 kilogram mendapat atensi serius dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan. Kondisi ini dinilai menekan daya beli masyarakat, terlebih karena fluktuasi harga tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan beberapa komoditas pokok penting lainnya.

Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa gejolak harga pangan di tingkat lokal ini tidak terlepas dari hantaman faktor cuaca ekstrem, termasuk fenomena kemarau panjang atau El Nino yang melanda sentra produksi secara nasional. Dinamika cuaca transisi tersebut secara langsung mengganggu siklus masa panen sekaligus menghambat kelancaran jalur distribusi logistik pangan menuju Kota Minyak.

Guna meredam dampak inflasi, Disdag Balikpapan bergerak cepat memperkuat komunikasi dengan asosiasi distributor lokal. Langkah ini diambil untuk memastikan agar pasokan komoditas pangan esensial—seperti beras, cabai, dan minyak goreng—tetap mengalir masuk ke Balikpapan secara konsisten tanpa ada penahanan stok di tingkat rantai pasok.

“Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin ketersediaan barang di pasar tetap aman dan melimpah. Kami terus mengawal para distributor agar pasokan dari daerah penghasil dapat didistribusikan ke Balikpapan secara optimal guna menstabilkan harga eceran,” tutur Haemusri.

Sebagai langkah mitigasi langsung di tingkat konsumen, Disdag mengimbau keras masyarakat untuk beralih berburu kebutuhan pokok melalui jaringan pasar murah yang difasilitasi pemerintah. Salah satunya lewat gelaran operasi pasar di BSCC Dome yang sukses merangkul 26 kios distributor dengan menawarkan potongan harga komoditas mulai dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu lebih murah dibanding harga pasar umum.

Haemusri mencontohkan, ketika beras premium yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp77 ribu melonjak hingga Rp90 ribu di pasar reguler, pasar murah hadir menjadi bantalan ekonomi yang sangat rasional bagi rumah tangga. Melalui program intervensi pasar ini, Pemkot Balikpapan berharap pemenuhan gizi dan pangan masyarakat tetap terjaga dengan baik tanpa harus membebani pengeluaran domestik secara berlebihan.

Exit mobile version