Tembus 133 Ribu Pelaku Usaha Berizin OSS, DKUKMP Balikpapan Evaluasi Strategi Bertahan UMKM di Tengah Tekanan Bahan Baku

Instankaltim.com – BALIKPAPAN – Geliat kewirausahaan di Kota Balikpapan menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat masif meskipun dinamika ekonomi makro belum sepenuhnya stabil. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan mencatat, jumlah pelaku usaha yang telah resmi mengantongi legalitas perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) kini telah menembus angka fantastis, yakni berkisar 133 ribu pelaku usaha.

Kepala DKUKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengonfirmasi bahwa dari kacamata pembentukan entitas bisnis baru, grafik pertumbuhan UMKM di Kota Minyak terus merangkak naik. Namun, Heru mengingatkan bahwa lonjakan kuantitas ini tidak serta-merta mencerminkan pemerataan peningkatan pendapatan di tingkat akar rumput, mengingat daya beli riil masyarakat saat ini masih mengalami tekanan.

Kondisi performa masing-masing pelaku usaha dilaporkan sangat bervariasi dan fluktuatif. Sebagian pelaku sektor usaha mikro masih mampu mencatatkan tren penjualan yang positif, sementara sebagian lainnya terpaksa gigit jari menghadapi penurunan omzet yang cukup tajam akibat pergeseran skala prioritas belanja konsumen.

Selain tantangan pasar yang lesu, para pelaku UMKM lokal kini dihantam oleh persoalan lonjakan harga bahan baku produksi, terutama komoditas material berbahan dasar plastik dan kemasan. Kenaikan biaya logistik dan bahan baku mendasar ini otomatis melambungkan biaya produksi operasional (cost of production) secara signifikan. Pihak DKUKMP menjabarkan dilema berat yang dihadapi pengusaha:

* Pilihan Pertama: Mempertahankan harga jual lama demi menjaga loyalitas pelanggan, namun dengan konsekuensi margin keuntungan (profit margin) yang semakin tergerus tipis.

* Pilihan Kedua: Menaikkan harga jual produk ke konsumen demi menutup biaya produksi, namun dihadapkan pada risiko tinggi penurunan volume penjualan akibat konsumen beralih ke produk substitusi yang lebih murah.

Di Balikpapan sendiri, sektor industri kuliner, jasa makanan, dan olahan pangan rumahan masih mendominasi ceruk pasar dan menjadi motor penggerak utama di balik masifnya pertambahan jumlah UMKM baru. DKUKMP berharap pertumbuhan kuantitas yang impresif ini dapat diimbangi dengan penguatan modal, literasi manajemen keuangan, serta pulihnya daya beli masyarakat agar ratusan ribu UMKM yang telah berizin tersebut tidak sekadar terdata di atas kertas, melainkan memiliki daya tahan (resilience) yang tangguh dalam menghadapi perputaran ekonomi yang dinamis.

Exit mobile version