Instankaltim.com – Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan perhatian serius terhadap pergerakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daerah, khususnya pada komoditas cabai rawit dan cabai merah yang menjadi penyumbang utama laju inflasi saat ini.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, mengatakan meski kondisi inflasi daerah secara umum berada di angka stabil sekitar 8,5 persen, gejolak harga cabai di pasaran tetap harus diintervensi.
“Secara umum inflasi kita ini tergolong stabil dan berada pada tingkat yang aman. Namun, IPH yang berfluktuasi ini masih didominasi oleh cabai rawit dan cabai merah yang harganya memang cukup tinggi” ujar Noviari Noor, saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Selasa (29/09/2026).
Noviari menjelaskan, dinamika harga cabai yang sering melambung tinggi menuntut pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah penanganan yang terarah. Selain itu, ia juga menyampaikan pemerintah tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar wilayah.
“Kita perlu mendorong program pendorong di tingkat masyarakat. Salah satunya adalah menggerakkan program menanam cabai secara mandiri di pekarangan rumah,” jelasnya.
Ia menyampaikan, gerakan menanam cabai skala rumahan ini dinilai menjadi solusi efektif jangka pendek. Tak hanya itu, menurutnya ini juga mampu menekan tingginya ketergantungan warga terhadap harga pasar yang tergolong mahal.
Ia menilai, jika kebutuhan bumbu dapur dasar seperti cabai merah dan cabai rawit dapat dipenuhi dari pekarangan sendiri, maka tingkat permintaan di pasar dapat ditekan sehingga harga komoditas tersebut perlahan kembali stabil.
“Langkah menanam cabai dan sayuran skala rumahan ini terus kita sosialisasikan. Pemerintah ingin memastikan ketahanan pangan warga tetap terjaga sehingga lonjakan harga cabai di pasaran tidak terlalu berat membebani daya beli masyarakat,” pungkasnya.(Adv).
Penulis: Dirhan
