Disdikbud Kutim Dorong PAUD Perkuat Fondasi Perkembangan Anak

Foto : Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto.

Instankaltim.com – Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk mengembangkan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak.

Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan pembelajaran pada jenjang PAUD tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan fondasi perkembangan anak sejak usia dini.

“Pembelajaran yang sesuai dengan anak usia dini itu terus kita kembangkan. Penekanannya bukan hanya pada kemampuan akademik, tetapi bagaimana membangun fondasi perkembangan anak,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (05/10/2026).

Menurutnya, fondasi perkembangan anak mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan. Mulai dari perkembangan sosial emosional, psikologis, hingga kemampuan motorik yang perlu dibangun melalui proses pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak.

Ia menjelaskan, kemampuan sosial emosional menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan PAUD.

Anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu berinteraksi, mengenali dan mengelola emosi, serta berkembang secara psikologis dengan baik. Bagaimana anak itu kita dampingi supaya sosial emosionalnya, secara psikologis, berkembang maksimal,” jelasnya.

Selain aspek sosial emosional dan psikologis, perkembangan kemampuan motorik juga menjadi perhatian. Heri menyebut kemampuan motorik kasar maupun motorik halus perlu diberikan ruang melalui kegiatan pembelajaran yang aktif dan sesuai dengan dunia anak.

“Motoriknya juga harus baik, baik itu motorik kasar maupun motorik halus. Itu yang membangun kemampuan fondasi anak,” katanya.

Selain itu, pembelajaran PAUD juga diarahkan menggunakan pendekatan yang membuat anak tetap aktif dan nyaman selama mengikuti kegiatan. Salah satunya melalui konsep bermain sambil belajar, sehingga aktivitas yang dilakukan anak tetap memiliki unsur pembelajaran.

Pendekatan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak dapat belajar mengenal lingkungan, mengembangkan kemampuan berpikir, sekaligus melatih keterampilan melalui aktivitas bermain.

“Kelihatannya anak-anak itu bermain, tetapi di dalam bermain ada muatan belajarnya,” pungkasnya.(Adv).

Penulis: Dirhan

Exit mobile version