Paripurna HUT ke-27 Kutim, Bupati Ardiansyah Dorong Kutim Tangguh dan Berdaya Saing

Foto : Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan pidato HUT ke-27 Kutim dalam Rapat Paripurna ke-8 di Kantor DPRD Kutim, Kamis (08/10/2026).

Instankaltim.com – Kutim – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menghadiri Rapat Paripurna ke-8 dengan agenda mendengarkan pidato Bupati Kutim dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim, di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Kamis (08/10/2026)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wabup Kutim, Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim, Jimmi, Wakil Ketua l DPRD Kutim, Sayid Anjas, Wakil Ketua ll DPRD Kutim, Prayunita Utami, Sekwan DPRD Kutim, Jainuddin, 22 anggota DPRD Kutim, unsur Forkopimda, Kepala OPD serta undangan lainnya.

Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah, menyampaikan perjalanan 27 tahun Kutim telah menghasilkan berbagai kemajuan di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Namun, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

“Dinamika, tantangan, dan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat memerlukan rumusan strategi dan kebijakan yang tepat. Tantangan itu harus kita hadapi bersama melalui kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, fokus, dan kerja yang tuntas,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Bupati Ardiansyah mengungkapkan, Pemerintah Kutim saat ini berfokus mewujudkan Visi Misi pembangunan daerah 2025–2029, yakni Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Selain itu, Visi Misi tersebut didukung berbagai program prioritas yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi lokal, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

“Visi Misi ini bukan sekadar slogan ataupun rangkaian kata semata. Tetapi merupakan cita-cita bersama yang harus kita wujudkan melalui kerja nyata,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kutim itu juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi agar daerah tidak bergantung pada sektor ekstraktif semata. Namun, segala sektor perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi langkah strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Menutup pidatonya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat budaya gotong royong sebagai modal utama dalam membangun daerah.

“Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan. Jadikanlah keberagaman sebagai kekuatan. Kutim adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.(Adv).

Penulis: Dirhan

Exit mobile version