Pekan Raya Expo Kutim 2026, KPC Kenalkan Dunia Tambang dan Dorong Transformasi Ekonomi Pascatambang bagi Generasi Muda

Foto : Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wabup Mahyunadi berkunjung ke stand PT KPC pada Pekan Raya Expo Kutim 2026 yang disambut Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi bersama Superintendent Public Communication (PC) KPC Muhammad Ramadhan.

Instankaltim.com – Kutim – PT Kaltim Prima Coal (KPC) turut berpartisipasi pada Pekan Expo Kutai Timur (Kutim) 2026 yang digelar di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Senin (12/10/2026) malam, dengan mendirikan booth atau stand untuk memperkenalkan lebih dekat dunia pertambangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam booth kali ini, KPC menampilkan sejumlah miniatur alat tambang, batubara, maskot batubara, perjalanan perusahaan, kontribusi terhadap pembangunan daerah, hingga pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi masa depan pascatambang.

Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi, mengatakan partisipasi KPC dalam expo tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman bahwa pertambangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penggalian sumber daya alam, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kutim.

“Di stan KPC, pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi mengenai aktivitas pertambangan, kontribusi perusahaan melalui royalti, profit sharing atau bagi hasil, serta keterlibatan perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah selama 27 tahun perjalanan Kabupaten Kutim,” ujar Nanang Supriadi.

Nanang juga menjelaskan, kehadiran PT KPC dalam Expo Kutim 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hubungan perjalanan KPC dengan perkembangan daerah.

“Kalau kita lihat, 27 tahun Kutai Timur itu tidak terlepas juga bagaimana peran KPC di dalamnya,” jelasnya.

Tak hanya menyajikan informasi, lanjut Nanang, KPC juga menyiapkan kegiatan edukasi, permainan, serta sesi kunjungan bagi pelajar dan generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan ingin memberikan gambaran mengenai proses pertambangan yang baik dan benar, sekaligus menjelaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan daerah.

Menurutnya, pertambangan kerap dipandang dari sisi negatif sebagian masyarakat. Padahal, aktivitas tersebut masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, pemahaman yang menyeluruh mengenai proses pertambangan dinilai penting agar masyarakat dapat melihat sektor tersebut secara lebih objektif.

“Kita ingin memperlihatkan bagaimana peran tambang, bagaimana menambang dengan cara yang benar, dan bagaimana tambang itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Yang paling penting, bagaimana kita bisa melakukan transformasi ke depan agar pascatambang itu bisa berkelanjutan,” ungkapnya.

Ketergantungan perekonomian Kutim terhadap sektor pertambangan menjadi salah satu perhatian dalam upaya menyiapkan masa depan daerah. Nanang menilai, transformasi ekonomi perlu dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM.

“KPC siap mendorong berbagai program yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat agar memiliki kesiapan untuk beralih ke sektor ekonomi lainnya ketika aktivitas pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama,” tuturnya.

Foto : Anggota DPRD Kutim berkunjung ke Stand PT KPC di Pekan Raya Expo Kutim 2026.

Upaya tersebut mencakup dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, serta pengembangan kapasitas masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda Kutim memiliki keterampilan dan peluang untuk berkontribusi di berbagai sektor di luar pertambangan.

“Memang tidak mudah. Kita bekerja bersama-sama dengan pemerintah untuk menyiapkan hal-hal tersebut, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun bidang lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Superintendent Public Communication (PC) KPC Muhammad Ramadhan menyampaikan melalui Pekan Raya Expo Kutim 2026, KPC juga ingin menceritakan perjalanan perusahaan sejak awal beroperasi hingga saat ini, termasuk komitmen dalam mendukung pemerintah dan pembangunan daerah.

“Edukasi kepada pelajar dan generasi muda menjadi bagian dari pendekatan kami. Dengan memahami proses pertambangan secara langsung, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sektor yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Kutim, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan transformasi ekonomi ke depan,” papar Ramadhan.

Ramadhan juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya berfokus pada peluang bekerja di perusahaan tambang, tetapi turut memahami bagaimana industri tersebut beroperasi dan berkontribusi terhadap daerah.

“Masyarakat, khususnya para generasi muda yang tinggal di wilayah pertambangan perlu memiliki pemahaman memadai mengenai proses pengelolaan tambang, sehingga dapat menjelaskan aktivitas tersebut secara tepat kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

Exit mobile version