Instankaltim.com – Kutim – Kawasan revitalisasi Road 9 Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya diresmikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Jumat (23/10/2026). Kawasan yang kini tampil dengan wajah baru tersebut digadang-gadang bakal menjadi ikon baru Kota Sangatta.
Peresmian tersebut turut dihadiri Plt Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Akmizal, General Manager ESD KPC, Wawan Setiawan, Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, jajaran BBPJN Kaltim dan jajaran manajemen PT KPC.
Dalam kesempatannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas perubahan wajah Jalan Road 9 yang kini semakin representatif. Meski demikian, Ardiansyah menekankan pentingnya kelancaran sistem drainase di kawasan tersebut agar dapat mengantisipasi potensi genangan air atau banjir.
“Alhamdulillah, tampilan atas sudah sangat cantik dan patut kita banggakan. Namun yang utama saya ingatkan adalah sistem drainasenya. Aliran pembuangan atau tumpuan akhirnya di Simpang PLN dan Simpang Telkom harus dipastikan benar-benar lancar agar tidak memicu banjir,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Bupati Ardiansyah mengungkapkan, Pemkab Kutim berencana mengonsep kawasan ini layaknya kawasan ikonik “Malioboro”. Tak hanya itu, kawasan Jalan Road 9 juga berpotensi dimanfaatkan sebagai arena Car Free Day (CFD) tambahan di Sangatta.
“Kalau ditata jadi semacam Malioboro, faktor keamanan dan kenyamanan masyarakat harus nomor satu. Untuk rencana CFD, jika diberlakukan cukup menggunakan satu jalur saja agar tidak mengganggu arus lalu lintas utama,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager External Services and Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, menjelaskan revitalisasi Road 9 merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara KPC, BBPJN Kaltim, Pemkab Kutim, serta pemerintah desa.
“Niat utama kami adalah menciptakan kawasan yang ikonik, nyaman, dan berpihak pada pengguna jalan. Kami tidak hanya mempercantik tampilan visualnya saja, tetapi juga menambah fasilitas pendukung jalan,” jelas Wawan.
Wawan juga menegaskan PT KPC akan terus berupaya mewujudkan kawasan Road 9 menjadi seperti Malioboro di masa depan. Namun, fokus saat ini adalah menyediakan tempat bagi kawasan UMKM, khususnya bagi para pedagang yang sebelumnya telah menerima dana kerahiman.
“Kami berharap rencana ini bisa segera terwujud. Pak Bupati, mohon izin didukung terus program kita, dan mudah-mudahan ini tetap kita jaga dan kita pastikan menjadi tempat yang salah satunya ternyaman di Kutai Timur,” harapnya.
Ditempat yang sama, Plt Kepala BBPJN Kaltim, Akmizal menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi kepada pihak KPC serta Pemkab Kutim atas sinergi yang terjalin dalam proyek revitalisasi Road 9 ini.
“Road 9 Sangatta merupakan ikon baru di Kutai Timur. Tentu ini kerja sama BPJN dengan KPC. Semua program ini tertuang di dalam perjanjian kerja sama, di mana KPC melakukan revitalisasi dengan mengikuti desain yang ada di balai,” ujar Akmizal.
Ia menambahkan bahwa penataan mulai dari titik henti, saluran air, hingga fasilitas pedestrian telah disesuaikan dengan kaidah dan aturan koridor jalan yang berlaku
Agmizal juga mengimbau seluruh masyarakat Kutim untuk bersama-sama menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang ada di kawasan Road 9 Sangatta.
“Kita lihat hari ini, Road 9 Sangatta jalannya dibuat begitu bagus oleh KPC untuk dimanfaatkan masyarakat, sehingga fasilitas yang ada sekarang ini harus betul-betul kita rawat,” pungkasnya.
