IMG-20251122-WA0018

Program CSR PT KPC Berbuah Hasil, Kandang Ayam 8.000 Ekor di Bengalon Sukses Panen Perdana

Foto : Program CSR PT KPC Berbuah Hasil, Kandang Ayam 8.000 Ekor di Bengalon Sukses Panen Perdana.

Instankaltim.com – Kutim – Dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) mulai menunjukkan hasil nyata. Kandang ayam potong berkapasitas 8.000 ekor milik Koperasi Perhutani Agro Bengalon di Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), sukses melaksanakan panen perdana.

Panen perdana tersebut menjadi penanda dimulainya siklus usaha peternakan ayam potong yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi masyarakat Bengalon.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, hadir langsung dalam acara tasyakuran panen perdana tersebut. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, Kepala Desa Tepian Baru Marhadyn, Kepala Desa Tepian Baru Edi Supriyanto, penyuluh pertanian lapangan (PPL), tokoh masyarakat, tim Bengalon Community Relations and Development (BCRDD) PT KPC serta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengapresiasi kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat yang diwujudkan melalui program tersebut.

Menurutnya, pengembangan peternakan memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pemerintah daerah terus mendorong berbagai terobosan untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk sektor peternakan dan pertanian,” ujar Mahyunadi.

Mahyunadi juga menyampaikan apresiasi kepada PT KPC yang telah memberikan dukungan melalui program CSR untuk mendorong masyarakat mengembangkan usaha produktif.

“Kami berterima kasih kepada PT KPC yang telah membantu masyarakat melalui program CSR-nya. Kami berharap ke depan semakin banyak kelompok tani atau koperasi yang mandiri dan berdaya saing,” ucapnya.

Foto : Program CSR PT KPC Berbuah Hasil, Kandang Ayam 8.000 Ekor di Bengalon Sukses Panen Perdana.

Ia juga menegaskan panen perdana Koperasi Perhutani Agro Bengalon ini sekaligus memperlihatkan bahwa dukungan CSR tidak berhenti pada pembangunan fasilitas.

“Ketika dikelola secara produktif, fasilitas ini dapat menjadi modal awal untuk menciptakan siklus ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Perhutani Agro Bengalon, Luki Harsono, mengatakan kandang ayam tersebut dibangun melalui dukungan dana CSR PT KPC dan diserahterimakan kepada koperasi pada 27 Juli 2026.

Hasil panen perdana pun cukup menggembirakan. Dalam masa pemeliharaan selama 29 hari, ayam yang dibudidayakan mampu mencapai bobot rata-rata antara 1,9 hingga 2 kilogram per ekor.

“Harapan kita usaha ini akan terus maju dan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak. Terima kasih KPC telah membantu kepada kami untuk pembuatan kandang ini,” ujar Luki.

Menurut Luki, keberhasilan panen perdana bukan menjadi titik akhir. Koperasi justru menyiapkan langkah pengembangan usaha agar komoditas ayam potong tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi dapat memiliki nilai tambah melalui proses hilirisasi.

Salah satu rencana yang disiapkan yakni mengolah ayam potong menjadi produk frozen atau ayam beku sehingga dapat dipasarkan lebih luas, termasuk menyasar pasar modern dengan standar pengolahan yang lebih higienis.

“Kami berharap ke depan bisa melakukan hilirisasi produk, seperti pengolahan ayam potong menjadi produk frozen, sehingga bisa menembus pasar modern,” jelasnya.

Tak hanya berhenti pada pengembangan produk, koperasi juga melihat potensi bahan baku pakan dari sumber daya lokal. Dedak dari hasil cetak sawah sekitar 300 hektare di Bengalon serta bungkil sawit lokal berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif.

“Langkah ini dapat menjadi bagian dari upaya koperasi untuk menekan ketergantungan terhadap pakan dari luar sekaligus membangun ekosistem peternakan yang lebih mandiri,” tegasnya.

Ke depan, kandang ayam tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat produksi ayam potong, tetapi berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan di wilayah Bengalon.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *