IMG-20251122-WA0018

Potensi Melimpah, Dispar Kutim Siapkan Strategi Pengembangan Wisata Alam dan Budaya

Foto : Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, (Kutim), Mahriadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/09/2026). (Istimewa)

Instankaltim.com – Kutim – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki cukup modal besar dalam memajukan sektor pariwisata daerah melalui bentang alam yang memukau dan ragam kebudayaan lokal yang masih terjaga kelestariannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, (Kutim), Mahriadi, mengungkapkan bahwa Kutim menyimpan perpaduan keunggulan destinasi yang sangat komprehensif.

Menurutnya, keunggulan tersebut mencakup keindahan alam pesisir hingga kawasan konservasi pegunungan karst yang telah diakui secara global.

“Kutim memiliki keunggulan berupa perpaduan kekayaan alam dan budaya yang masih terjaga dengan baik,” ujar Mahriadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/09/2026).

Mahriadi menjelaskan, potensi wisata bahari dan ekowisata di wilayah Kutim meliputi destinasi unggulan seperti Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, keindahan bahari Pulau Miang, Pantai Sekerat, hingga pusat konservasi satwa langka di Taman Nasional Kutai (TNK).

“Wisata ini memiliki potensi pasar yang sangat besar jika dikembangkan secara optimal,” kata Mahriadi.

Tak hanya sektor alam, warisan kebudayaan daerah juga menjadi perhatian serius dalam strategi penguatan pariwisata. Mahriadi mengatakan Plpelaksanaan tradisi adat lokal, seperti Pesta Adat Lom Play dan ritual adat Mecaq Undat milik masyarakat Dayak Wehea, diproyeksikan menjadi magnet utama wisatawan mancanegara maupun domestik.

Selain itu, menurut Mahriadi, keberadaan tradisi tersebut memberikan identitas unik yang membedakan pariwisata Kutim dari daerah lain di Kalimantan Timur.

“Pelaksanaan ritual adat seperti Mecaq Undat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memperkuat posisi Kutim sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang berdaya saing,” tuturnya.

Guna menunjang keberlanjutan potensi tersebut, Dispar Kutim terus melakukan inventarisasi dan pendampingan terhadap objek wisata potensial di seluruh kecamatan.

Ia menambahkan, fokus awal akan diarahkan pada destinasi yang mampu memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung.

“Kami fokus melakukan pendampingan kepada Pokdarwis agar masyarakat lokal dapat menjadi aktor utama dalam menggerakkan roda ekonomi pariwisata daerah,” pungkasnya. (Adv).

Penulis: Dirhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *