IMG-20251122-WA0018 4044166e-f72e-47b4-b4bc-ae5d3e481f14

DPPKB Kutim Pelajari Penanganan Stunting ke BKKBN NTB

Foto : Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B (kanan) bersama Kepala BKKBN NTB, Lalu Makripuddin (kiri).

Instankaltim.com – NTB – Dalam upaya menekan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan kunjungan orientasi lapangan ke Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (11/11/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan BKKBN NTB dalam menangani masalah stunting.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, menyatakan bahwa hasil dari kunjungan ini akan digunakan untuk merancang langkah strategis yang melibatkan camat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kecamatan, dengan DPPKB sebagai sekretariat di tingkat kabupaten.

“Kami akan memanfaatkan strategi yang diterapkan di BKKBN NTB, sementara hal-hal yang belum memungkinkan untuk diterapkan akan menjadi bagian dari program jangka panjang,” kata Junaidi.

Salah satu poin penting dari kunjungan ini adalah pemanfaatan data risiko stunting di setiap kecamatan. Data tersebut akan digunakan untuk merancang program yang lebih terarah dan tepat sasaran. Junaidi menekankan bahwa strategi yang diadopsi dari NTB harus disesuaikan dengan kondisi lokal Kutim agar hasilnya optimal.

“TPPS tidak hanya sekadar dibentuk di atas kertas. Setiap anggota harus memahami tugas dan fungsi masing-masing agar dapat bekerja maksimal,” tegasnya.

Ia juga berharap kerja sama antar perangkat daerah dapat diperkuat. Junaidi mengusulkan agar perangkat daerah yang tergabung dalam TPPS juga melakukan studi tiru ke daerah lain yang telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.

“Kurangnya soliditas sering menjadi kendala utama dalam menangani stunting. Dengan sinergi yang lebih baik, kita bisa mempercepat penurunan angka stunting di Kutim,” tambah Junaidi.

Sementara itu, Kepala BKKBN NTB, Lalu Makripuddin, memberikan apresiasi atas inisiatif DPPKB Kutim untuk mempelajari penanganan stunting. Menurutnya, kunjungan ini membuka peluang bagi kedua daerah untuk berbagi pengalaman dan inovasi.

“Kami sangat menghargai kunjungan ini. Pertukaran ide seperti ini penting untuk bersama-sama menurunkan angka stunting demi kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,” ujar Lalu Makripuddin.(Adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *