IMG-20251122-WA0018 4044166e-f72e-47b4-b4bc-ae5d3e481f14

Nyaris Terseret Arus Saat Berenang, Pelajar SMP di Kutim Berhasil Diselamatkan

Foto : Pelajar SMP di Kutim tengah mendapatkan perawatan intensif usai hanyut di Sungai Masabang, Sangatta Selatan dan respon cepat personel Polsek Sangatta Utara ke lokasi TKP.

Instankaltim.com – Kutim – Seorang pelajar di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) nyaris kehilangan nyawa setelah hanyut saat berenang di Sungai Masabang, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutim, pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 17.00 Wita.

Insiden ini terjadi, ketika korban bersama beberapa temannya berenang di area Jembatan Masabang. Saat asyik bermain air, arus sungai mendadak kuat dan menyeret tubuhnya ke bagian sungai yang lebih dalam.

Melihat rekannya hanyut, dua saksi bernama Aril dan Siti Nuraziza Sam panik dan langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mendengar teriakan tersebut, seorang warga bernama Agus yang sedang berada tidak jauh dari lokasi langsung terjun ke sungai untuk menolong.

Dengan usaha cepat, Agus berhasil menarik korban ke tepi sungai dan membawanya ke tempat aman. Warga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit PKT Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Sangatta Utara, IPTU Alan Firdaus, membenarkan kejadian tersebut dan mengapresiasi respons cepat masyarakat yang berhasil menyelamatkan korban.

“Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kami berterima kasih kepada warga yang sigap memberikan pertolongan sehingga nyawa korban dapat diselamatkan,” ujar IPTU Alan Firdaus.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, lebih berhati-hati saat beraktivitas di area sungai, terutama ketika kondisi arus tidak dapat diprediksi.

“Kami mengingatkan para orang tua dan pelajar untuk selalu waspada. Sungai Masabang beberapa kali menunjukkan arus yang tiba-tiba deras. Keselamatan harus menjadi prioritas,” himbaunya.

Hingga berita ini diterbitkan, korban telah sadar dan sedang menjalani observasi di Rumah Sakit PKT Sangatta, didampingi keluarganya. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi untuk memastikan kronologi lengkap kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *