Kolaborasi PT KPC–BBPJN Kaltim Tinjau Progres Penanganan Jalan Longsor di STA 23 Sangatta–Bengalon

Instankaltim.com – Kutim – General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT Kaltim Prima Coal (KPC), Wawan Setiawan bersama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), Yudi Hardiana, ST, MT, meninjau langsung progres pengerjaan jalan di STA 23 Poros Sangatta–Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sabtu (27/12/2025).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar keselamatan pengguna jalan serta mendukung kelancaran transfortasi masyarakat.

Dalam kesempatannya, Wawan Setiawan mengatakan kolaborasi antara PT KPC dan BBPJN Kaltim saat ini mencakup enam titik lokasi pekerjaan yang sedang dalam tahap pengerjaan.

“Saat ini kita meninjau lokasi pekerjaan proyek jalan di STA 23 yang merupakan jalur strategis dari Sangatta ke Bengalon. Alokasi dana yang kita gelontorkan di STA 23 ini kurang lebih Rp 7 miliar,” ujar Wawan Setiawan.

Foto : General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT Kaltim Prima Coal (KPC), Wawan Setiawan (Kiri) dan Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana ST, MT.

Wawan juga mengungkapkan kolaborasi ini sebagai wujud kerjasama PT KPC sebagai pihak swasta untuk ikut terlibat dan memastikan jalan nasional menjadi jalan yang layak untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan spesifikasi, gambar, pelaksanaan dan inspeksi atas pengawasan BBPJN Kaltim.

“Walaupun ini menjadi tanggung jawab pemerintah, namun area tambang PT KPC bersentuhan langsung dengan akses jalan nasional, tentu sebagai wujud tanggung jawab kita untuk memastikan jalan ini berfungsi dengan layak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana, ST, MT, menjelaskan pada tanggal 6 Desember 2025, BBPJN dan PT KPC telah melakukan penandatanganan MoU Kerjasama Pelaku Usaha (KSPU) untuk pemeliharaan jalan nasional.

“Ini wujud nyata pelaku usaha dalam hal ini PT KPC, membantu kami memelihara dan menjaga jalan nasional,” jelas Yudi.

Yudi juga menyampaikan apresiasi dan menjadikan PT KPC sebagai contoh perusahaan tambang yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.

“PT KPC salah satu contoh yang sangat baik, agat perusahaan-perusahaan lain, terutama perusahaan tambang bisa juga berkolaborasi dengan kami untuk menjaga jalan nasional,” ujarnya.

Foto : Peninjauan Posko Nataru Bersama.

Selain meninjau pengerjaan jalan, PT KPC dan BBPJN Kaltim juga meninjau posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) bersama yang lokasinya berhadapan langsung dengan lokasi pengerjaan jalan di STA 23.

“Posko Nataru bersama ini, memang sengaja kami buat dengan PT KPC, untuk rest area bagi pemudik atau yang ingin berlibur sebagai lokasi istirahat, sekaligus untuk memantau perkembangan proyek pekerjaan di lokasi ini,” tutup Yudi.

Usai meninjau lokasi pekerjaan proyek jalan nasional dan Posko Nataru Bersama, tim PT KPC dan BBPJN Kaltim kembali melakukan peninjauan proyek Impres Jalan Daerah (IJD) 2025, di jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung. Kemudian melanjutkan perjalanan meninjau lokasi rencana revitalisasi di Road 9 yang berada di dua wilayah yakni, Desa Swarga Bara dan Desa Singa Gembara, Kutim.

Exit mobile version