Instankaltim.com – Kutim – Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 32/Mangkalihat, Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P., melaksanakan kunjungan perdana sekaligus silaturahmi ke PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Danyonif TP 879/RC Mayor Inf Taufan Hendryanto Siswoyo, S.S.T.Han., beserta jajaran, di Kantor External Relation S11 PT. KPC, Town Hall, Sangatta, Jumat (23/1/2025).
Rombongan Danbrigif 32/Mangkalihat disambut langsung oleh General Manager HSES KPC Kris Pranoto, Acting General Manager ESD Nanang Supriyadi, Manager Security Ade Adrian, serta jajaran manajemen KPC.
Kolonel Inf Agussalim Tuo menjelaskan kunjungan ini merupakan kunjungan perdana sekaligus ajang silaturahmi dan perkenalan Brigif 32/Mangkalihat yang saat ini bermarkas di Kecamatan Bengalon kepada manajemen PT KPC.
Menurutnya, Brigif 32/Mangkalihat beserta satuan di bawahnya merupakan satuan baru TNI Angkatan Darat yang mengintegrasikan kemampuan tempur militer dengan keahlian pembangunan wilayah.
Satuan ini memiliki fokus pada penguatan ketahanan pangan, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Satuan ini diperintahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan berada di bawah komando Kodam VI/Mulawarman. Saat ini, Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Kutai Timur merupakan objek vital nasional (Obvitnas) yang juga dikembangkan sebagai salah satu wilayah pengembangan sektor pertanian,” ungkap Kolonel Agussalim.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh manajemen KPC. Diharapkan, kunjungan ini menjadi awal terjalinnya kerja sama yang positif antara Brigif 32/Mangkalihat dengan pihak perusahaan.
“Semoga ke depan kita dapat bersinergi dalam mengelola lahan pasca tambang KPC agar lebih bermanfaat dan produktif, khususnya untuk dijadikan lahan pertanian guna mendukung program ketahanan pangan nasional,” tutupnya.
Sementara itu, General Manager HSES KPC Kris Pranoto menyampaikan ucapan selamat datang kepada Danbrigif 32/Mangkalihat beserta jajaran atas kunjungannya ke KPC.
Kris menjelaskan KPC selama ini telah berkontribusi membantu masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan air pasca tambang menjadi air bersih. Program Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga, lanjutnya, saat ini menjadi salah satu sumber bahan baku utama PDAM yang melayani ribuan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.
Terkait rencana kerja sama di bidang pertanian, Kris menyampaikan KPC akan melakukan monitoring lapangan serta kajian terhadap potensi lahan pasca tambang yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian.
“KPC siap mendukung dan bekerja sama dengan Brigif 32/Mangkalihat beserta jajaran dalam pengelolaan lahan pasca tambang, khususnya untuk pengembangan pertanian padi dan lahan sawah. Kerja sama ini diharapkan dapat berjalan secara kolaboratif dan berkelanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.(*).
