Pusdiklat Paskibraka Kutim Masuk Hari Keenam, Latihan Makin Intensif Jelang Upacara 17 Agustus

Foto : Para calon Paskibraka Kutim 2026 tengah menjalani latihan lapangan di Halaman Kantor Bupati Kutim, Rabu (05/08/2026).

Instankaltim.com – Kutim – Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 memasuki hari keenam. Intensitas latihan kini semakin tinggi untuk mempersiapkan penampilan terbaik pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.

Sebanyak 36 calon Paskibraka Kutim 2026 menjalani latihan lapangan sejak pagi hingga sore hari di Halaman Kantor Bupati Kutim, kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (05/08/2026).

Tim pelatih dari Kodim0909 Kutai Timur, Peltu Abdul Rahman mengatakan setiap hari peserta menjalani empat kali simulasi penaikan bendera dan empat kali simulasi penurunan bendera. Di sela-sela latihan tersebut, peserta juga terus dibina untuk menyempurnakan gerakan dasar, langkah, belok, penghormatan, hingga kerapian formasi.

“Porsi latihan saat ini memang difokuskan pada penyempurnaan gerakan dan kekompakan karena pelaksanaan upacara sudah semakin dekat,” ujar Peltu Abdul Rahman.

Foto : Calon Paskibraka Kutim simulasi pembawa baki menaiki dan menuruni tangga.

Abdul Rahman mengungkapkan Pusdiklat telah berlangsung sejak 29 Juli 2026. Memasuki hari keenam, materi latihan sudah memasuki tahap pembentukan formasi serta evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan masing-masing peserta.

“Meski latihan berlangsung cukup padat, kondisi peserta secara umum tetap terkendali. Beberapa peserta sempat mengalami cedera ringan, namun langsung mendapatkan penanganan dari tim medis sehingga tidak menghambat jalannya pelatihan,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih dari Polres Kutim AIPTU Wahyu Winarko menuturkan meski durasi Pusdiklat tahun ini lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, seluruh materi tetap ditargetkan selesai tepat waktu.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, pelatihan Paskibraka berlangsung selama satu bulan, namun di tahun ini waktunya cukup singkat, kurang lebih 20 hari. Ini menjadi tantangan buat kami tim pelatih yang setiap tahun sudah menangani hal ini agar kegiatan wajib berjalan dan harus sukses,” tutur AIPTU Wahyu.

Lebih lanjut, AIPTU Wahyu menegaskan dengan waktu pelatihan yang lebih singkat, pihaknya menyesuaikan pola latihan dengan memadatkan materi gerakan dasar, kemudian dilanjutkan ke pembentukan formasi.

“Saat ini seluruh peserta sudah mulai memasuki tahap formasi. Tinggal dilakukan penyempurnaan agar nantinya dapat menampilkan Paskibraka yang terbaik pada hari pelaksanaan,” tegasnya.

Foto : Calon Paskibraka Kutim 2026 melakukan simulasi penaikan dan penurunan bendera.

Ia menambahkan penentuan posisi strategis seperti pembawa baki, pengibar, penurun bendera, hingga Komandan Paskibraka masih dalam tahap seleksi. Penilaian dilakukan secara bersama oleh tim pelatih dari Polres Kutai Timur, Kodim 0909/Kutai Timur, Lanal Sangatta, pamong, dan senior Paskibraka.

Aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian meliputi kemampuan teknis, kedisiplinan, mental, kekompakan, serta konsistensi peserta selama mengikuti latihan.Setiap hari, latihan lapangan berlangsung mulai pukul 07.15 hingga 17.30 WITA,” tambahnya.

Ditempat yang sama, dr Andi Fahripa Nur selaku tim medis menjelaskan tidak ada peserta yang mengalami cedera selama mengikuti latihan. Rasa lelah yang dirasakan sebagian peserta dinilai sebagai respons normal tubuh yang kembali beradaptasi dengan aktivitas fisik yang padat.

“Kalau capek itu wajar. Sama seperti orang yang lama tidak berolahraga lalu kembali berlatih, otot kaki akan terasa tegang. Tetapi sejauh ini kondisinya masih sangat baik,” jelas dr Andi Fahripa.

Foto : Calon Paskibraka Kutim 2026 latihan penguasaan tali bendera.

Selain kelelahan ringan, tim medis juga mencatat beberapa peserta sempat mengalami batuk dan pilek akibat perubahan cuaca. Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi melalui penanganan medis sehingga rata-rata pulih dalam waktu satu hingga dua hari.

“Untuk menjaga daya tahan tubuh peserta, kami bersama panitia rutin memberikan vitamin setiap hari kepada para peserta sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran selama menjalani pendidikan dan pelatihan,” katanya.

dr Andi Fahripa juga memastikan seluruh kebutuhan kesehatan, mulai dari obat-obatan hingga perlengkapan medis di lapangan, tersedia dengan baik. Koordinasi dengan panitia pelaksana dan tim pelatih terus dilakukan agar setiap kebutuhan peserta dapat dipenuhi dengan cepat.

“Semua kebutuhan sudah disediakan. Kami selalu berkoordinasi dengan panitia dan pelatih sehingga apa pun yang dibutuhkan di lapangan bisa langsung kami siapkan demi mendukung kelancaran pelaksanaan upacara 17 Agustus,” pungkasnya.

Exit mobile version