IMG-20251122-WA0018 4044166e-f72e-47b4-b4bc-ae5d3e481f14

Jimmi Gelar Bukber dan Tarawih di Masjid H Bolly, Disiapkan Jadi Pusat Ibadah Kawasan Pelabuhan Sangatta

Foto : Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi.

Instankaltim.com – Kutim – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmi, bersama keluarga menggelar kegiatan buka puasa dan shalat tarwih berjamaah di Masjid H Bolly (Almarhum), Jalan Dermaga Baru, Kenyamukan, Sangatta Utara, Kutim, Sabtu (21/02/2025).

Dalam kesempatannya, Jimmi mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini digelar sebagai bentuk rasa syukur menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat yang mampir untuk berbuka puasa.

“Alhamdulillah, hari ini hari ketiga kita melaksanakan buka puasa bersama. Insya Allah, setiap hari kita laksanakan buka puasa bersama dan shalat tarwih berjamaah selama bulan suci Ramadan,” ujar Jimmi.

Jimmi mengungkapkan menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Dermaga Kenyamukan kerap dipadati warga yang datang untuk menikmati suasana sore.

“Kegiatan buka puasa bersama memang kami buka untuk masyarakat umum, karena banyak masyarakat yang berkunjung ke dermaga dan mampir ke masjid ini untuk berbuka puasa sekaligus melaksanakan salat Magrib,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jimmi menjelaskan masjid yang dibangun almarhum mertuanya tersebut masih dalam tahap proses pembangunan dihalaman depan. Nantinya akan disiapkan cafe untuk tempat nongkrong para kawula muda.

“Sengaja kami desain seperti itu, supaya bisa menarik masyarakat untuk dekat dengan masjid. Untuk nama Masjidnya ini belum ada, kita masih berembuk dengan keluarga untuk menentukan nama masjid ini,” jelasnya.

Meski pembangunan masjid tersebut berada di lokasi yang kurang penduduknya, ia menginginkan, saat Pelabuhan Sangatta mulai aktif berjalan, masjid tersebut menjadi area representatif bagi masyarakat untuk melaksanakan ibadah maupun beristirahat.

“Kita buka sekarang supaya bisa dimanfaatkan masyarakat. Intinya, jangan ada kendala bahwa kita tidak punya tempat ibadah untuk melakukan. Alhamdulillah masjid kita ini bisa menampung kurang lebih 300 orang,” tuturnya.

Lebih jauh, ia memaparkan pembangunan masjid tersebut berasal dari dana urunan keluarga yang dikumpulkan secara bertahap. Menurutnya, pembangunan dilakukan sebagai bentuk kepedulian keluarga terhadap ketersediaan sarana ibadah di kawasan tersebut, sekaligus sebagai amal jariyah yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kita belum fungsikan untuk shalat lima waktu berjamaah, karena rumah imamnya masih proses pembangunan, tempat wudhu dan WC juga masih belum selesai pengerjaan. Nanti, kalau sudah representatif, ada yang nginap disini baru kita fungsikan. Tapi kalau ada yang mau shalat lima waktu silahkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *