Instankaltim.com – Kutim – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pokok serta energi di wilayah Sangatta, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan pemantauan ini dipimpin Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dan melibatkan sejumlah instansi terkait guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang hari raya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, perwakilan Kodim 0909/KTM Kapten Inf Mardan, perwakilan Lanal Sangatta Kapten Laut Hartono, perwakilan Kejaksaan Negeri Kutai Timur Prianida Dwi Saputra, Kepala Inspektorat Wilayah Kutim Joko Suripto, Kasatpol PP Kutim Fatah Hidayat, serta sejumlah pejabat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim dan instansi terkait lainnya.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran pemantauan di antaranya Agen Gas LPG Non Subsidi PT Bustani Bersaudara di Jalan Pendidikan, Outlet LPG Non Subsidi milik Hj. A. Muliati di Jalan Yos Sudarso I, SPBU STC, Agen LPG resmi PT Haedir Ismail Bersaudara, SPBU Jalan APT Pranoto, hingga Pasar Sangata Selatan
Usai melakukan pemantauan, Wakil Bupati Mahyunadi mengatakan Dmhasil pemantauan di sejumlah distributor dan outlet LPG, tidak menemukan adanya kelangkaan maupun kenaikan harga yang signifikan. Stok gas elpiji menjelang Idul Fitri dilaporkan masih dalam kondisi aman dan tersedia.
“Kami juga melakukan peninjauan di SPBU STC dan SPBU Jalan APT Pranoto. Alhamdulillah, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) masih mencukupi dan antrean pengisian kendaraan terpantau berjalan tertib dan lancar,” ujar Wabup Mahyunadi.

Mahyunadi mengungkapkan hasil pemantauan di Pasar Sangata Selatan menunjukkan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, harga Bapokting terpantau cukup bagus, walaupun ada kenaikan-kenaikan seperti cabai dan daging. Memang cabai dan daging ini harganya masih susah untuk dikendalikan, tapi yang lain-lainnya masih di harga normal,” pungkasnya.












