Instankaltim.com – Kutim – Pagi yang disambut udara sejuk di kawasan PIT milik PT Kaltim Prima Coal di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, terasa berbeda. Di tengah hamparan lahan yang sebelumnya dikenal sebagai area pertambangan, kini berdiri puluhan personel kepolisian berkumpul mengikuti apel bersama, Sabtu (14/3/2026).
Di hadapan mereka, berdiri Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto. Bukan untuk memimpin operasi keamanan, melainkan meninjau langsung program penanaman jagung yang menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional tahun 2026.
Lahan seluas sekitar 45 hektare yang berada di area PIT kini dipersiapkan menjadi kawasan pertanian produktif. Dari tanah yang dulunya identik dengan aktivitas tambang, kini tumbuh harapan baru: jagung sebagai simbol ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut diawali dengan apel bersama yang diikuti Wakapolres Kutim Ahmad Abdullah, para Pejabat Utama Polres Kutim, Kapolsek Sangatta Utara IPTU Alan Firdaus, perwakilan perusahaan, penyuluh pertanian lapangan, serta sekitar 150 personel Polres Kutim.
Bagi Kapolres, kegiatan ini bukan sekadar pengecekan lahan. Ia menilai program ini merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika global yang tidak menentu.
“Pada hari ini kita melaksanakan pengecekan hasil tanam sekaligus melihat kesiapan lahan penanaman jagung sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada ketahanan pangan tahun 2026,” ujar AKBP Fauzan Arianto di hadapan peserta apel.
AKBP Fauzan mengingatkan bahwa program ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian.
Menurutnya, tantangan global seperti perubahan iklim hingga konflik internasional dapat berdampak pada stabilitas pangan. Karena itu, berbagai langkah antisipasi harus mulai dilakukan sejak sekarang.
“Kegiatan ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab karena merupakan bagian dari upaya kita mengantisipasi dinamika global yang bisa berdampak pada ketersediaan pangan,” tegasnya.
Tak hanya berhenti pada penanaman jagung pipil, AKBP Fauzan juga memiliki visi agar lahan tersebut berkembang menjadi kawasan pertanian terpadu. Ke depan, berbagai komoditas lain akan dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan produktivitas lahan.
“Ke depan tidak hanya jagung pipil yang ditanam, tetapi juga jagung manis serta berbagai jenis buah seperti nanas dan semangka. Bahkan kita juga mempertimbangkan pembuatan kolam ikan sebagai bagian dari pengembangan ketahanan pangan,” ungkapnya.
Langkah ini juga tidak lepas dari dukungan pihak perusahaan tambang yang memberikan akses pemanfaatan lahan. Kapolres pun menyampaikan apresiasi kepada PT Kaltim Prima Coal atas kontribusinya dalam mendukung program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT KPC yang telah berkontribusi aktif dengan menyediakan lahan seluas 45 hektare untuk penanaman jagung,” pungkasnya.














