Konflik Satwa di Kutai Timur: Pemkab Kaji Rencana Pembangunan Penangkaran Buaya

Foto : Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat ditemui usai melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional Ahli Utama, di Ruang Meranti, Senin (18/05/2026).

​Instankaltim.com – Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, tengah menseriusi upaya penanganan konflik antara manusia dan satwa liar menyusul maraknya kasus serangan buaya di wilayah tersebut.

Paling baru, seorang anak berusia 13 tahun dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah diserang buaya di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan saat tengah mengejar layang-layang yang putus.

​Merespons rentetan kejadian tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan pemerintah daerah kini sedang mematangkan rencana pembangunan penangkaran buaya.

“Penangkaran buaya sekarang sudah dalam proses pengkajian. Sambutan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) cukup positif dan mereka menyatakan siap membantu,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman, saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Senin (18/05/2026).

Menurut Ardiansyah, saat ini ada tiga titik lokasi potensial yang masuk dalam radar studi kelayakan untuk dijadikan tempat penangkaran, yaitu, Pantai Kenyamukan, Pantai Teluk Lingga dan Muara Bengalon

Ketiga kawasan tersebut dinilai menjadi habitat krusial yang kerap memicu kontak visual maupun fisik antara warga dan predator air tersebut.

Kendati langkah penanganan mulai dipersiapkan, Ardiansyah menegaskan Pemkab Kutim tetap berkomitmen pada regulasi perlindungan satwa yang berlaku. Namun di sisi lain, keselamatan nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Saya tekankan, kita ini tetap mengikuti aturan bahwa tidak boleh membunuh satwa itu (buaya) secara semena-mena. Tetapi, kalau keberadaannya sudah mengancam dan mengganggu keselamatan manusia, tentu wajib kita ambil tindakan tegas,” pungkasnya.

Exit mobile version