IMG-20251122-WA0018

PT KPC Dukung Program Tutor Sebaya, Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan dan Cegah Kenakalan Remaja

Foto: Pembekalan dan Pengkaderan Tutor Sebaya yang digelar DPPKB Kutim bersama PT KPC, di Rechall Prima (Wisma Prima), Kamis (13/8/2026).

Instankaltim.com – Kutim – PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Pembekalan dan Pengkaderan Tutor Sebaya yang dilaksanakan di Rechall Prima (Wisma Prima), Kamis (13/8/2026).

Program Tutor Sebaya ini, melibatkan siswa-siswi dari SMAN 1 Sangatta Selatan dan SMAN 2 Sangatta Selatan sebagai upaya membekali pelajar, agar mampu membantu teman sebaya sekaligus mencegah kenakalan remaja.

KPC turut memfasilitasi tempat kegiatan serta menghadirkan dokter dan psikolog untuk memberikan pembekalan mengenai kesehatan fisik dan mental. Salah satunya dr. Diah Fita Sari, MPH, Wellness Program Manager sekaligus dokter KPC.

Perwakilan Community Health and Education (CHE) KPC, Abdurrahman Rosna, mengatakan program tersebut diarahkan untuk membentuk pelajar sebagai agent of change di lingkungan sekolah dan pertemanan.

“Kegiatan ini ditujukan agar siswa-siswi dapat menjadi agent of change, khususnya dalam lingkungan pertemanan remaja. Semoga program ini juga bisa dicontoh sekolah lain, khususnya di wilayah ring 1 KPC,” jelasnya.

Para siswa kelas X hingga XII yang terpilih mendapatkan pembekalan melalui empat materi utama, yakni pengenalan kenakalan remaja, kesehatan fisik dan reproduksi, nilai-nilai agama, serta pentingnya membangun empati terhadap teman sebaya.

Foto : Antusiasme para peserta terlihat dalam diskusi dan pembahasan studi kasus selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Sangatta Selatan, Yessi Filina, mengatakan para peserta diharapkan mampu menjadi tutor sebaya yang aktif membantu teman-temannya di lingkungan sekolah.

“Kami harap anak-anak lebih memahami bagaimana menjadi tutor sebaya yang mampu berperan aktif di sekolah untuk membantu teman-teman sebayanya yang membutuhkan,” ujar Yessi.

Antusiasme peserta terlihat dalam diskusi dan pembahasan studi kasus selama kegiatan. Para siswa didorong untuk mengenali berbagai bentuk kenakalan remaja yang tidak hanya berkaitan dengan tawuran atau merokok, tetapi juga persoalan lain yang dapat berdampak terhadap perkembangan mereka.

Salah satu peserta dari SMAN 1 Sangatta Selatan, Analisa, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja dan cara menghindarinya.

Dari kegiatan ini, saya juga mendapat banyak pengetahuan tentang cara menghindari pergaulan yang bisa memberikan dampak negatif bagi diri sendiri,” singkatnya.

Program Tutor Sebaya diharapkan mampu melahirkan pelajar yang memiliki kepedulian, empati dan nilai moral positif sehingga dapat menjadi contoh sekaligus membantu menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat bagi remaja di Kutai Timur.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *