IMG-20251122-WA0018

Terpadu Digital Kutim Diluncurkan, Ronny Bonar: Digitalisasi Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Foto : Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, Rabu (02/09/2026).

Instankaltim.com – Kutim – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Launching Terpadu Digital Kutai Timur di Room Pelangi, Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (02/09/2026).

Kepala Diskominfo Staper Kutai Timur Ronny Bonar H. Siburian mengatakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat membuat digitalisasi pemerintahan bukan lagi sekadar pilihan.

Menurutnya, digitalisasi menjadi kebutuhan untuk mendorong pemerintahan yang lebih cepat, efektif, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Teknologi bukanlah tujuan, tetapi sarana untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif dan pelayanan publik yang lebih baik,” kata Ronny.

Ronny menjelaskan melalui Terpadu Digital Kutai Timur, pemerintah daerah berupaya mengintegrasikan berbagai informasi dan layanan digital agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan lebih mudah. Keberhasilan transformasi digital tidak dapat hanya dilihat dari jumlah aplikasi yang dimiliki pemerintah maupun kecanggihan teknologi yang digunakan.

“Yang paling penting adalah seberapa besar teknologi tersebut memberikan manfaat, baik dalam mempercepat pekerjaan pemerintah maupun meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pengembangan sistem digital, Ronny mengungkapkan, Ronny mengungkapkan aparatur didorong memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara positif untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Penggunaannya antara lain untuk pengolahan informasi, penyusunan materi komunikasi hingga mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.

“AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan peran dan tanggung jawab aparatur,” ungkapnya.

Meski demikian, Ronny mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam proses transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Tantangan tersebut mencakup infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia, integrasi sistem, pengelolaan data hingga aspek keamanan informasi.

“Transformasi digital ini membutuhkan kolaborasi. Tidak bisa hanya dilakukan oleh Diskominfo, tetapi harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah,” pungkas.

Terpadu Digital Kutai Timur menjadi langkah percepatan transformasi digital. Platform tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem pemerintahan digital sekaligus mendukung pelaksanaan 50 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *