Instankaltim.com – Kutim – Upaya pencarian seorang pelajar yang tenggelam di Sungai Batu Balai, RT 01, Desa Batu Balai, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berakhir tragis. Korban bernama Abdul Efal, 17 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian, Jumat (11/9/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Informasi adanya warga tenggelam langsung direspons jajaran Polsek Muara Bengkal dengan mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan.
Kapolres Kutim AKBP Aryansyah melalui Kapolsek Muara Bengkal IPTU Agus Fahrur Rozi mengatakan, setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung melakukan langkah penanganan serta berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk mempercepat proses pencarian korban.
“Personel langsung mendatangi lokasi, melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim SAR, Basarnas, BPBD, relawan dan masyarakat dalam pelaksanaan pencarian,” ujar IPTU Agus.
IPTU Agus mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika dua warga, Hendri Joni dan Muhammad Ririn, sedang bekerja di sekitar pinggir Sungai Batu Balai.
Saat beristirahat, keduanya mendengar suara teriakan dari arah sungai. Mereka kemudian mendatangi sumber suara dan mendapati dua orang laki-laki berada di dalam sungai dan membutuhkan pertolongan.
“Kedua saksi langsung berupaya menyelamatkan korban. Namun, upaya penyelamatan hanya berhasil menyelamatkan satu orang. Sementara Abdul Efal tidak berhasil ditolong dan tenggelam di aliran Sungai Batu Balai,” ungkapnya.
Mendapat informasi tersebut, polisi bersama unsur terkait kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Upaya tersebut melibatkan personel kepolisian, Tim SAR/Basarnas, BPBD, relawan serta masyarakat setempat.
“Setelah sekitar tiga jam pencarian, korban akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada pukul 19.30 WITA, sekitar 200 meter dari titik awal kejadian,” jelasnya.
IPTU Agus juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus maupun kedalaman air tidak diketahui secara pasti.
“Keselamatan harus menjadi perhatian utama saat beraktivitas di sekitar sungai. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dan segera meminta pertolongan apabila terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.
