Instankaltim.com – Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menaruh harapan besar agar delapan pejabat fungsional pamong budaya bisa segera mendapatkan program pelatihan khusus dan uji kompetensi.
Kepala Bidang Kebudayaan (Kabid) Disdikbud Kutim, Ilham, menjelaskan keberadaan pamong budaya sangat penting untuk membantu pemerintah daerah mengawal pelestarian tradisi, sehingga kapasitas mereka perlu ditingkatkan melalui pembinaan yang berkelanjutan, agar perannya bisa maksimal.
“Pamong budaya ini harapan kita bisa menjadi tenaga fungsional yang membantu pemerintah daerah, menjadi ujung tombak untuk bagaimana mengenalkan, mengembangkan, dan melestarikan kebudayaan di Kutim,” ujar Ilham, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (14/09/2026).
Ilham menyebutkan, saat ini Kutim memiliki delapan tenaga pamong budaya yang diangkat dari formasi murni maupun penyetaraan jabatan. Sayangnya, sejak dilantik, mereka belum pernah mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) atau fasilitas uji kompetensi yang memadai karena terkendala masalah biaya.
“Selama ini tidak pernah ada support system untuk pamong budaya itu. Biaya uji kompetensinya cukup besar, sehingga ke depan kami berharap ada kucuran anggaran khusus untuk pelatihan mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi ini sangat krusial agar para pamong budaya memiliki standar keahlian yang jelas saat mendampingi sekolah, komunitas seni, maupun mengelola cagar budaya di daerah. Tanpa adanya pembekalan tersebut, peningkatan kinerja pegawai tentu akan sulit dicapai secara optimal.
“Bagaimana kita menuntut kinerjanya sementara kompetensinya tidak stabil dan belum pernah disentuh pelatihan? Kita ingin meng-upgrade kemampuan pegawai supaya kinerjanya jadi lebih baik,” kata Ilham.
Pihaknya berharap instansi pengelola sumber daya manusia di daerah dapat memberikan perhatian lebih melalui alokasi anggaran pelatihan. Langkah ini dinilai sebagai cara terbaik untuk merawat potensi SDM yang ada di sektor kebudayaan.
“Bukan berarti pemerintah tidak perhatian, tetapi ini perlu tambahan vitamin agar pamong budaya bisa lebih kompeten dan siap mengawal warisan leluhur kita ke depan,” pungkasnya.(Adv)
Penulis: Dirhan
