Sambut Kunjungan Siswa SMPIT Darussalam Sangatta, Disdikbud Kutim Kenalkan Sejarah dan Cagar Budaya

Foto : Siswa SMPIT Sangatta berkunjung ke Galeri Cagar Budaya Disdikbud Kutim, Jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Kutim.

Instankaltim.com – Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerima kunjungan edukatif dari rombongan pelajar dan tenaga pengajar SMPIT Darussalam Sangatta di Galeri Budaya, Sangatta, Jalan Soekarno Hatta, Kutim, Kamis (24/09/2026).

Sebanyak 190 siswa kelas VIII tersebut disambut langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham. Ia menyampaikan kunjungan ini bertujuan mengenalkan sejarah, cagar budaya, serta kekayaan cagar arkeologi daerah secara langsung kepada para siswa sejak dini.

“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan rombongan dari SMPIT Darussalam Sangatta. Kunjungan ini merupakan respons program bidang kebudayaan bagaimana mendekatkan pusat informasi budaya dan arkeologi kepada anak didik,” ujar Ilham.

Ilham menjelaskan, keberadaan Galeri Budaya ini tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan bertransformasi menjadi pusat pendidikan yang interaktif bagi seluruh pelajar di Kutim.

“Tujuan utama kita adalah menjadikan tempat ini sebagai pusat edukasi dan pendidikan. Ke depan, harapan kita generasi muda dapat lebih memahami secara mendalam bagaimana sejarah, perkembangan, serta kekayaan kebudayaan yang dimiliki daerah agar bisa digali dan bermanfaat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa paradigma pengelolaan kebudayaan saat ini harus bergeser. Sektor kebudayaan tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai sarana hiburan semata, melainkan harus dikembangkan menuju ke industri kebudayaan yang bernilai ekonomi.

“Kami berupaya agar kebudayaan tidak sekadar menjadi tontonan atau hiburan semata, tetapi menjadi wadah edukasi sekaligus memicu lahirnya industri kreatif. Kekayaan budaya itu adalah aset yang selalu hidup di tengah masyarakat,” terangnya.

Tak hanya itu, menurutnya, jika dikelola dan diformat dengan baik, sektor kebudayaan tidak hanya melestarikan nilai-nilai tradisi, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat luas serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ujung-ujungnya, bagaimana industri kebudayaan ini dapat membantu pemerintah. Dengan demikian, kebudayaan daerah tetap lestari,” pungkasnya.(Adv).

Penulis: Dirhan

Exit mobile version