PT KPC Resmi Tutup Urang Sangatta Berdaya Batch 2, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas

Foto : PT KPC resmi menutup Program pembinaan UMKM Urang Sangatta Berdaya Batch 2 di Gedung Rumah Adat Kutai Sangatta.

Instankaltim.com – Kutim – PT Kaltim Prima Coal (KPC) resmi menutup program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Urang Sangatta Berdaya Batch 2 di Gedung Rumah Adat Kutai Sangatta, Kamis (24/10/2026).

Program yang mempertemukan pelaku UMKM dengan para mentor tersebut tidak sekadar berakhir pada seremoni penutupan. Para peserta justru didorong untuk membuktikan hasil pembinaan melalui pengembangan usaha yang lebih terarah, baik dari sisi manajemen, keuangan maupun pemasaran.

Penutupan program dihadiri Pemangku Adat Kutai Sangatta H. Kasmo Pital, Staf Seksi Pemerintahan Umum Kecamatan Sangatta Utara Supran, Act. Manager Community Empowerment (CE) KPC Muhammad Yusuf, serta Act. Deputi General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Munir Zein Damar.

Act. Deputi GM ESD PT KPC, Munir Zein Damar yang akrab disapa Damar, mengapresiasi keberlanjutan program hingga memasuki angkatan kedua.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pelatihan, tetapi dari sejauh mana ilmu yang diperoleh peserta mampu diterapkan dalam menjalankan usaha.

Foto : Act. Deputi GM ESD PT KPC, Munir Zein Damar.

“Yang terpenting sekarang setelah penutupan adalah realisasinya. Bagaimana para peserta menerapkan semua ilmunya sehingga usahanya berhasil dan bisa memberi manfaat bagi keluarga serta masyarakat luas,” ujar Damar.

Damar juga mengapresiasi para mentor yang telah aktif membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada peserta selama program berlangsung.

“Semoga pembinaan ini dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk semakin mandiri dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pemangku Adat Kutai Sangatta, H. Kasmo Pital, secara resmi menutup rangkaian program Urang Sangatta Berdaya Batch 2. Ia menyebut program tersebut sebagai salah satu bentuk investasi bagi masa depan masyarakat sekaligus gambaran kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat adat.

“Ini adalah bukti nyata kebersamaan bahwa kemajuan perusahaan dan kemajuan masyarakat adat berjalan seiringan dan saling menguatkan,” katanya.

Kepada para peserta, H. Kasmo berpesan agar ilmu dan dukungan yang telah diterima selama program dapat dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab.

“Jagalah amanah ini, gunakan ilmu dan modal yang diterima dengan jujur, tekun, dan bertanggung jawab,” pesannya.

Foto : para pelaku UMKM berdiskusi dengan para mentor.

Dukungan terhadap keberlanjutan program juga datang dari Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara. Supran berharap pembinaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tetapi terus berlanjut melalui penguatan permodalan, akses pasar dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Dengan dukungan tersebut, produk-produk lokal Sangatta diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing yang semakin tinggi.

Salah satu peserta Urang Sangatta Berdaya Batch 2, Masriana, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, khususnya dalam pengelolaan usaha dan keuangan.

“Saya berterima kasih sekali bisa membangun usaha saya dengan mentor-mentor terbaik dari KPC yang membimbing bagaimana meningkatkan usaha, manajemen keuangan, begitupun pendapatan dari penjualan. Bersyukur sekali bisa bergabung dalam program ini,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembinaan UMKM tidak hanya berbicara mengenai bantuan modal, tetapi juga bagaimana pelaku usaha memiliki kemampuan mengelola bisnis secara lebih profesional.

KPC pun mengisyaratkan keberlanjutan program tersebut. Urang Sangatta Berdaya Batch 3 direncanakan kembali dibuka pada tahun mendatang.

Tidak hanya itu, alumni program juga berpeluang mengikuti proses seleksi menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi melalui program UKM Tangguh.

Langkah tersebut membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan skala usahanya sekaligus memperluas akses dan jejaring bisnis.

Dengan demikian, penutupan Batch 2 bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan menjadi awal bagi para peserta untuk membuktikan bahwa ilmu, pengalaman dan pendampingan yang diperoleh mampu mengubah usaha kecil menjadi usaha yang semakin tangguh dan berdaya saing.(*)

Exit mobile version