Instankaltim.com – Kutim – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur Tahun 2026, berlangsung di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road RT 066, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (11/10/2026).
Pembukaan Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur dengan mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya.”
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal. Pembangunan di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga teknologi diharapkan tidak membuat masyarakat kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Adat dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian penting dari jati diri masyarakat yang harus terus dijaga di tengah perubahan zaman,” ujar Bupati Ardiansyah.
Bupati Ardiansyah juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui pendidikan, kegiatan seni, dokumentasi kebudayaan, serta pemanfaatan teknologi secara kreatif tanpa menghilangkan keaslian dan makna adat.
“Nilai-nilai budaya seperti gotong royong, saling menghormati, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya
Ardiansyah turut melihat kebudayaan sebagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Berbagai kekayaan lokal, mulai dari seni pertunjukan, kerajinan, kuliner tradisional, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat menjadi daya tarik yang memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Pengembangan potensi kebudayaan harus tetap memperhatikan nilai, norma, dan makna yang terkandung dalam tradisi adat agar pelestarian budaya tidak kehilangan esensinya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan di tengah keberagaman suku, agama, adat, dan budaya yang ada di Kutim, sangat penting menjaga persatuan dan keharmonisan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
“Pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua, diharapkan menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun Kutai Timur yang maju, harmonis, dan tetap berpegang teguh pada identitas budaya,” pungkasnya.(Adv).













