IMG-20251122-WA0018

Semarak HUT ke-27 Kutim, Erau Adat Pelas Benua Jadi Momentum Merawat Budaya

Foto : Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road, Sangatta Utara, Minggu (11/10/2026).

Instankaltim.com – Kutim – Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 resmi dibuka di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road RT 066, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (11/10/2026).

Mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya”, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim sekaligus momentum untuk memperkuat pelestarian adat dan budaya daerah.

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Sultan Kutai Kartanegara ke-XXI, H. M. Arifin, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Wakil Ketua II DPRD Kutim Prayunita Utami, unsur Forkopimda), tokoh adat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Sultan Kutai Kartanegara ke-XXI, H. M. Arifin mengatakan Erau bukan sekadar perayaan, melainkan warisan sejarah, cerminan jati diri, dan perwujudan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.

“Erau Adat Pelas Benua memiliki makna mendalam tentang kebersamaan, rasa syukur, penghormatan terhadap adat, serta harapan akan keselamatan, keharmonisan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sultan M. Arifin.

Ia menegaskan pentingnya melaksanakan setiap prosesi adat sesuai tata cara dan tuntunan pemangku adat yang berwenang. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga keaslian tradisi agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Erau tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, edukasi kebudayaan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, pelaku seni, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” harapnya.

Ia menjelaskan Tema “Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya” mengandung pesan penting bagi masyarakat Kutim. Adat Lestari dimaknai sebagai upaya menjaga adat istiadat, bahasa daerah, kesenian, tata krama, gotong royong, serta kearifan lokal.

“Makna Tuah Benua mengajak masyarakat untuk mensyukuri dan menjaga kekayaan alam, lingkungan, keberagaman, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Adapun Etam Berjaya menjadi semangat untuk memperkuat persatuan, persaudaraan, kerja sama, dan kepedulian demi kemajuan daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pembukaan Erau Adat Pelas Benua Tahun 2026. Ia turut menyampaikan penghormatan kepada Sultan Kutai Ing Martadipura beserta jajaran Kesultanan.

“Pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua menjadi agenda dalam rangka peringatan hari jadi daerah yang merupakan bagian penting dari warisan sejarah dan budaya yang harus dijaga bersama,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Bupati Ardiansyah menegaskan tradisi tersebut mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, doa, kebersamaan, serta harapan agar masyarakat senantiasa hidup dalam suasana aman, damai, dan sejahtera.

“Melalui penyelenggaraan Erau Adat Pelas Benua, pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus memperkuat komitmen dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah dinamika pembangunan,” pungkasnya.(Adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *