IMG-20251122-WA0018

Stadion Kudungga Lolos Penilaian Awal i-League, Persikutim United Siap Jadi Tuan Rumah Liga Nusantara

Foto : Tim verifikasi i-League bersama Ketua Persikutim United, Pandi Widiarto (kiri), dan Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga, Hadri Nirwan (kanan).

Instankaltim.com – Kutim – Tim verifikasi i-League melakukan inspeksi langsung ke Stadion Utama Kudungga, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin (19/10/2026), untuk memastikan kesiapan stadion sebagai markas Persikutim United dalam menyambut kompetisi Liga Nusantara.

Dari hasil pemeriksaan secara umum menunjukkan Stadion Utama Kudungga tersebut dinilai sangat layak menjadi venue kompetisi sepak bola tingkat nasional, bahkan memiliki fasilitas yang disebut memenuhi standar Liga 2.

Penilaian tersebut menjadi angin segar bagi Persikutim United yang tengah mempersiapkan diri menyambut kompetisi. Sejumlah aspek diperiksa secara langsung, mulai dari kualitas dan kerataan rumput lapangan, tribun penonton, pencahayaan stadion, hingga kelengkapan ruang ganti pemain dan ruang wasit.

Ketua Persikutim United, Pandi Widiarto, menyambut positif hasil inspeksi tersebut. Menurutnya, secara umum Stadion Kudungga telah memenuhi persyaratan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan, meski masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu dibenahi dan dilengkapi.

“Alhamdulillah, hari ini tim sudah mengecek segala kesiapan secara keseluruhan. Mereka menyampaikan secara persyaratan stadion ini memenuhi syarat, tinggal beberapa item saja yang harus diperbaiki dan dilengkapi. Artinya, kami sudah sangat siap untuk menjadi tuan rumah kompetisi Liga Nusantara,” ungkap Pandi.

Ia berharap, kesempatan menjadi tuan rumah tidak hanya membawa dampak positif bagi Persikutim United, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong kemajuan sepak bola di Kutim.

Foto : Tim verifikasi i-League melakukan pengecekan lapangan Stadion Utama Kudungga.

Lanjut Pandi, kehadiran kompetisi nasional di Sangatta diharapkan mampu memberikan hiburan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang bagi atlet-atlet lokal untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Mudah-mudahan klub ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Timur dan Kalimantan Timur pada umumnya, serta menjadi saluran bagi atlet-atlet berprestasi di bidang sepak bola,” tambahnya.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, Persikutim United juga terus mematangkan kesiapan skuad. Pandi memastikan para pemain telah menjalani sejumlah pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.

“Untuk persiapan tim sendiri sudah matang. Kami sudah beberapa kali melakukan uji coba, artinya kondisi tim sudah sangat siap,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga, Hadri Nirwan, menjelaskan sejumlah catatan hasil inspeksi masih bersifat minor dan tidak memerlukan perbaikan secara menyeluruh. Secara umum, fasilitas yang tersedia dinilai telah memadai untuk menggelar pertandingan berskala nasional.

“Secara keseluruhan dari semua fasilitas yang ada itu minor. Artinya, tidak semua harus kita lakukan perbaikan. Pada prinsipnya stadion ini dikatakan sangat layak untuk pertandingan Liga 3, bahkan Liga 2,” ujar Hadri.

Ia memaparkan, Stadion Kudungga telah dilengkapi sistem lampu penerangan dengan spesifikasi 1.200 lux yang disebut memenuhi standar Liga 2. Selain itu, tersedia papan sponsor sepanjang 1.110 meter dan papan skor untuk mendukung penyelenggaraan pertandingan.

“Dari sisi kapasitas, Stadion Kudungga mampu menampung sekitar 7.500 penonton. Fasilitas tempat duduk mencakup sekitar 2.000 single seat, sementara tribun terbuka memiliki kapasitas lebih dari 4.000 penonton.

Foto : Tim verifikasi i-League melakukan pengecekan kelengkapan ruang ganti pemain hingga ruang wasit.

Ia juga menjelaskan sejumlah fasilitas pendukung juga terus dipersiapkan. Ruang ganti pemain tim tamu telah direhabilitasi, sedangkan ruang ganti pemain tuan rumah masih dalam proses pengerjaan. Pengelola turut menyiapkan 40 kursi bench untuk pemain cadangan dan ofisial kedua tim.

“Adapun ruang wasit sudah memiliki akses toilet di dalam ruangan, sehingga mendukung kebutuhan dan kenyamanan perangkat pertandingan selama kompetisi berlangsung,” jelasnya.

Meski berbagai fasilitas dinilai memadai, pengelola Stadion Kudungga masih memiliki pekerjaan penting menjelang pelaksanaan kompetisi, yakni memastikan kualitas rumput lapangan tetap terjaga.

Hadri mengatakan, pemeliharaan rumput menjadi prioritas utama mengingat waktu persiapan yang tersisa sekitar satu bulan. Untuk memberikan kesempatan rumput tumbuh dan pulih secara optimal, stadion direncanakan ditutup sementara sebelum pertandingan dimulai.

“Fokus yang paling utama sebenarnya rumput ini yang harus segera kita lakukan pemeliharaan. Lapangan harus kita tutup total mungkin sekitar 20 hari sebelum pertandingan,” ungkapnya.

Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Kutim untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah pertandingan sepak bola nasional sekaligus mendukung Persikutim United meraih prestasi dan menjadi kebanggaan masyarakat daerah.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *