IMG-20251122-WA0018

PT KPC Latih Ibu-Ibu Kelompok Tiga Tawai Rindang Benua Kembangkan Kerajinan Manik Bernilai Ekonomis

Foto : PT KPC Latih Ibu-Ibu Kelompok Tiga Tawai Rindang Benua Kembangkan Kerajinan Manik, Sangatta Selatan, Kutim.

Instankaltim.com – Kutim – PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Departemen Community Empowerment (CE) dalam hal ini Lokal Bussines Development (LBD) dan Conservation & Agribusiness Development (CAD) berkolaborasi dengan Bengalon Community Relation Development (BCRD) menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pemanik bagi Kelompok Tiga Tawai Rindang Benua, Kutai Timur (Kutim), Sangatta Selatan, Senin (02/02/2025)

Kegiatan yang bertajuk “Menuju Produk Kreatif, Mandiri Dan Bernilai Ekonomis”, dihadiri Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin, Superintendent LBD KPC Faizal sekaligus mewakili Act. Manager CE Felly Lung, Superintendent Community Development Naufal Fadhil, Rio Rahim dan Wiji Resmiati (LBD), Surono (CAD) serta puluhan ibu-ibu Kelompok Tiga Tawai Dusun Rindang Benua.

Kepala Dusun Rindang Benua, Sekimin ditemui disela kegiatan menyampaikan apresiasi serta dukungan atas kegiatan pelatihan keterampilan membuat kerajinan manik-manik melibatkan ibu-ibu di wilayahnya yang diinisiasi oleh perusahaan KPC.

Sekimin mengungkapkan kerajinan manik-manik merupakan karya seni kreasi budaya tradisional khas Dayak yang biasa digunakan sebagai cenderamata maupun oleh-oleh bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan. Sehingga menambah pendapatan serta memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

“Atas nama warga, saya mengucapkan terima kasih kepada KPC. Semoga kegiatan pelatihan kerajinan manik-manik ini tidak hanya seremoni saja, kedepan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat khususnya dusun Rindang Benua, Sangatta Selatan,” ungkapnya.

Pelatihan yang digelar selama dua hari dari Senin 2 Februari sampai dengan Selasa 3 Februari 2026 ini menghadirkan tiga narasumber diantaranya; Kartini owner souvenir Kalimantan Pinkdau dari Bengalon membwakan materi pelatihan dan praktek manik manik. Henny Victoria owner dari Otty Homemade dari Sangatta Utara membawakan materi kreasi manik manik. Lucy Dwi Agustin owner dari Manna Banana dan Manager Olsabara memberikan materi HPP ( Harga Pokok Produksi).

Dalam kesempatan terpisah, Supt_LBD KPC Faizal menyebut KPC membantu pemerintah dalam upaya pembangunan daerah mengambil peran sebagai katalisator, untuk mendorong kemandirian khususnya ditingkat desa di sekitar ring 1 wilayah operasional perusahaan.

Foto : Supt_LBD PT KPC, Faizal.

KPC, lanjut Faizal percaya jika keberadaan perusahaan di tengah-tengah masyakarat Kutim harus dapat memberikan manfaat tidak hanya pada era operasional tambang, namun sampai pada masa era pasca tambang nantinya.

“Semoga dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat khususnya warga Rindang Benua dapat meningkatkan kreatifitas dan memberikan warna baru dalam membuat kerajinan manik-manik. KPC juga mendorong Olsabara sebagai mitra dampingan untuk membantu pemasaran khususnya produk kerajinan karya para anggota Kelompok Tiga Tawai Rindang Benua”, tutup Faizal.

Dengan meningkatnya kemandirian desa dalam mengelola semua potensi yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat, maka secara langsung akan berkontribusi pada kemandirian wilayah yang lebih luas. Menuju masyarakat Kutim yang mandiri, tangguh dan berkelanjutan.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *