Samarinda – Rencana memperluas pemasaran produk UMKM ke toko retail modern mendapat dukungan DPRD Kota Samarinda. Namun, langkah tersebut dinilai harus diawali dengan peningkatan kualitas pelaku usaha agar produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan pasar modern.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, mengatakan kesiapan UMKM masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan target tersebut. Ia menyebut masih banyak pelaku usaha yang perlu meningkatkan kualitas kemasan, melengkapi legalitas, memperoleh sertifikasi halal, serta memenuhi berbagai persyaratan administratif lainnya.
Menurutnya, pembinaan terhadap pelaku usaha harus menjadi fondasi sebelum kebijakan penyerapan produk lokal diterapkan secara maksimal.
“Masuknya barang UMKM ke retail modern perlu yang pertama pelatihan kepada UMKM. Karena barang yang masuk itu packaging-nya harus bagus, tampilannya harus menarik, ada label halal, dan izinnya harus ada,” katanya. (25/6/2026).
Selain pembinaan teknis, Sani juga menilai dukungan terhadap akses permodalan perlu diperkuat. Ia berpandangan bahwa keterbatasan modal masih menjadi penyebab banyak pelaku UMKM belum mampu meningkatkan kualitas produk maupun memperluas skala usahanya.
Karena itu, ia mengusulkan agar plafon kredit bantuan usaha dinaikkan sehingga pelaku usaha memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan bisnisnya.
“Bagusnya kredit bantuan itu plafonnya dinaikkan. Dari Rp24 juta ke Rp50 juta. Tetap juga jangan pakai bunga,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tambahan modal dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas kemasan, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengurus berbagai izin yang menjadi syarat masuk ke jaringan retail modern.
Di sisi lain, Sani mengingatkan agar kebijakan kemudahan pembiayaan tetap disertai mekanisme seleksi yang baik sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usaha secara nyata.
“Persyaratan untuk mengakses permodalan dipermudah sesuai aturan. Yang penting usahanya jelas. Jangan sampai tidak punya usaha malah bisa pinjam,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan program pengembangan UMKM bergantung pada konsistensi pemerintah dalam memberikan pendampingan sekaligus memperluas akses pembiayaan. Kedua aspek tersebut dinilai saling melengkapi untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar modern.
“Yang pertama pendampingan packaging dan izin-izin, yang kedua permodalan. Dengan dua itu insyaallah UMKM kita bisa naik kelas,” tutupnya. (adv)













