IMG-20251122-WA0018

Paskibraka Kutim 2026 Resmi Ditutup, 36 Anggota Diminta Jadi Teladan dan Duta Pancasila

Foto : Kegiatan Wisata Karya Paskibraka Kutim 2026 di Aula Kaniungan Resort, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kamis (20/8/2026) malam.

Instankaltim.com – Kutim – Seluruh rangkaian kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan dilakukan melalui kegiatan Wisata Karya Paskibraka Kutim 2026 di Aula Kaniungan Resort, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kamis (20/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penutup sekaligus refleksi bagi 36 anggota Paskibraka Kutim setelah menjalani rangkaian proses panjang, mulai dari seleksi hingga pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penutupan dihadiri Kepala Bidang Iwakososbudgama Kesbangpol Kutim, Hj. Hapiah, para pelatih Paskibraka, tim medis, pamong, pegawai dan staf Iwakososbudgama Kesbangpol Kutim, serta seluruh 36 anggota Paskibraka Kutim 2026.

Dalam sambutannya, Hj. Hapiah menyampaikan proses pembentukan Paskibraka saat ini mengalami perubahan dibandingkan dengan masa sebelumnya. Seleksi yang dahulu dilakukan secara manual dengan penilaian terbatas di tingkat daerah, kini telah menggunakan sistem digital melalui aplikasi resmi di bawah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Foto : Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Sosial Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan (Iwakososbudgama) Kesbangpol Kutim, Hj. Hapiah.

“Saya minta kepada kalian, para anggota Paskibraka Kutim 2026 yang telah terpilih untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada adik-adik tingkat di sekolah masing-masing,” ujar Hapiah.

Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu dipersiapkan sejak dini bagi pelajar yang ingin mengikuti seleksi Paskibraka, terutama wawasan kebangsaan dan kesiapan fisik sesuai kriteria yang ditetapkan.

“Wawasan kebangsaan menjadi salah satu syarat utama dalam proses seleksi. Selain itu, kesiapan fisik juga harus dipersiapkan sejak awal sesuai dengan standar yang telah ditentukan,” pesannya.

Hapiah menegaskan, tugas Paskibraka tidak berhenti setelah sukses menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Para anggota Paskibraka dipersiapkan menjadi generasi tangguh yang diharapkan mampu menjadi bagian dari pilar menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga menjelaskan, setelah menjalankan tugas pada peringatan HUT Kemerdekaan, anggota Paskibraka masih memiliki tahapan pengabdian berikutnya, termasuk penugasan pada Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni sebelum nantinya ditetapkan sebagai Purna Paskibraka.

“Selanjutnya akan ada pembinaan melalui bimbingan teknis untuk menjadi Duta Pancasila dan bergabung dalam wadah DPPI, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya Bupati Kutim beserta jajaran, yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi rangkaian kegiatan, termasuk wisata karya sebagai bentuk apresiasi bagi para anggota Paskibraka.

“Meski masa pelatihan berlangsung relatif singkat, yakni sekitar 20 hari, seluruh unsur yang terlibat dinilai telah bekerja maksimal hingga rangkaian tugas Paskibraka dapat berjalan dengan sangat baik dan sukses,” tambahnya.

Lebih jauh, Hapiah juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kebersamaan selama proses pembinaan sebagai pengalaman berharga.

“Kalau selama kegiatan ada kekurangan dan kesalahan, mari kita saling memaafkan. Jangan sampai hal-hal yang kurang menyenangkan disimpan menjadi dendam. Ambil sisi positif dari seluruh proses yang sudah kita lalui bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *