Instankaltim.com – Kutim – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) mulai mengoperasikan intake ponton di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (2/10/2026).
Pengoperasian fasilitas pengambilan air baku tersebut menjadi salah satu langkah Perumdam Kutim untuk menjaga kontinuitas produksi air bersih di tengah musim kemarau dan fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga November.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur Umum Perumdam Kutim Muhammad Ja’is, Direktur Teknik Galuh Boyo Munanto, anggota Dewan Pengawas Arjohansyah dan Andi Agri, serta jajaran manajemen dan pegawai Perumdam Kutim.
Kegiatan pengoperasian diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pelayanan Perumdam Kutim selama menghadapi musim kemarau. Setelah intake ponton mulai beroperasi, total produksi IPA Kabo tercatat mencapai 312 liter per detik.
Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, mengatakan pengoperasian intake ponton merupakan bagian dari kesiapan perusahaan dalam menghadapi kondisi kekeringan sekaligus memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan.
“Intake ponton ini menjadi salah satu bentuk ketangguhan kita dalam menghadapi kemarau El Nino yang diperkirakan sampai November. Ini juga untuk meyakinkan pemerintah daerah bahwa kita terus melakukan langkah-langkah dalam menghadapi kondisi kekeringan,” ujar Suparjan.
Menurutnya, selama periode El Nino, produksi air Perumdam Kutim sempat mengalami penurunan cukup signifikan, berkisar 10 hingga 20 persen. Dengan beroperasinya intake ponton, produksi air diharapkan kembali mendekati kondisi normal sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
“Dengan intake ponton ini, semoga produksi kita kembali seperti semula sehingga masyarakat tetap tenang,” katanya.
Selain menjaga ketersediaan air bersih, keberadaan intake ponton juga menjadi bagian dari dukungan Perumdam Kutim terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Suparjan menjelaskan, air produksi Perumdam Kutim selama ini turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki dalam penanganan karhutla. Hingga saat ini, bantuan air yang disalurkan untuk mendukung penanganan karhutla telah mencapai sekitar 1.000 meter kubik.
“Intake ponton ini juga menjadi bagian dari kesiapan kita dalam membantu penanganan karhutla, karena mobil pemadam dan mobil tangki menggunakan air dari Perumdam. Tercatat bantuan air kita untuk penanganan karhutla mencapai 1.000 meter kubik,” ungkapnya.
Suparjan menambahkan, doa bersama yang digelar dalam rangka pengoperasian intake ponton juga menjadi momentum untuk memohon kelancaran agar fasilitas tersebut dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Acara hari ini merupakan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur karena sampai saat ini kita masih dapat melewati musim kemarau. Kita berdoa agar terus dimudahkan dan diberikan kemampuan, sehingga pengoperasian intake baru ini dapat berjalan maksimal,” tuturnya.
Secara teknis, intake ponton dilengkapi pompa sentrifugal dengan kapasitas hingga 150 liter per detik. Ponton tersebut memiliki panjang 5,5 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi sekitar 1 meter. Fasilitas ini juga dilengkapi atap setinggi 2,5 meter serta pagar pengaman untuk menjamin keselamatan petugas.
Sistem intake ponton dipilih karena mampu mengikuti perubahan muka air Sungai Sangatta akibat kondisi pasang surut. Posisi pompa yang dapat menyesuaikan ketinggian muka air memungkinkan proses pengambilan air baku tetap dilakukan secara optimal, termasuk ketika debit sungai mengalami penurunan selama musim kemarau.(*).













