IMG-20251122-WA0018

Puncak Musim Kemarau, PT KPC Ingatkan Karyawan dan Masyarakat Waspada Karhutla

Foto : General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD) PT KPC, Wawan Setiawan.

Instankaltim.com – Kutim – PT Kaltim Prima Coal (KPC) mengingatkan seluruh karyawan, mitra kerja dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditengah kondisi puncak musim kemarau.

Pesan tersebut disampaikan General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, dalam kegiatan Puncak Semarak HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan PT KPC, yang berlangsung di Lapangan Jogging Track Swargabara, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sabtu (05/09/2026).

Wawan mengatakan, kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2026 atau bahkan awal Januari 2027 membuat potensi karhutla perlu diantisipasi bersama.

“Sekarang masih musim kemarau, diperkirakan sampai bulan Desember atau awal Januari. Kebakaran hutan menjadi bagian perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah, dan terutama di Kutai Timur,” ujarnya.

Wawan menegaskan kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah titik kebakaran telah terjadi di wilayah Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan. Kondisi ini menjadi pengingat pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun perusahaan.

“Kita harus bersama-sama melakukan penanggulangan kebakaran. Tidak hanya pemerintah dan perusahaan, tetapi masyarakat juga bisa ikut membantu dari skala kecil, termasuk di lingkungan rumah masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh karyawan PT KPC untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Langkah sederhana, seperti tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, dinilai dapat membantu mencegah kebakaran meluas.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata dari seluruh elemen, sehingga potensi karhutla dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun masyarakat di Kutai Timur,” ajaknya.

Senanda dengan hal tersebut, Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi, menyampaikan KPC telah memberikan dukungan dalam upaya penanganan karhutla di Kutim dengan bersinergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim.

Dukungan tersebut antara lain diberikan dalam bentuk peralatan perlindungan diri (APD), seperti masker, sepatu boot dan sarung tangan, serta sejumlah kebutuhan logistik lainnya untuk mendukung tim yang melakukan penanganan di dua titik respons karhutla, yakni wilayah Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.

“Kita terus bersinergi dan pusat kendalinya ada di BPBD. Kita juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kodim, Pemkab, serta terus menjalin hubungan dengan Forkopimda,” ujarnya Nanang.

Nanang menuturkan, upaya penanganan karhutla harus dibarengi dengan langkah pencegahan yang kuat. Ia berharap kondisi di Kutai Timur tetap terkendali dan tidak mengalami situasi separah yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya.

“Pencegahan itu sangat penting. Karena seberapa besar kekuatan kita untuk mengatasi kebakaran hutan, kalau tidak diiringi dengan upaya pencegahan, masalah Karhutla ini tidak akan pernah selesai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *