IMG-20251122-WA0018

Tekan Biaya Pakan dan Ketergantungan Pasokan Luar, Pemkab Kutim Dorong Budidaya Maggot untuk Peternak

Foto : Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Maggot dan Peternakan Ayam Kampung Terpadu di Desa Sangatta Selatan, Selasa (22/09/2026).

Instankaltim.com – Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Maggot dan Peternakan Ayam Kampung Terpadu, di Desa Sangatta Selatan, Kutim, Selasa (22/09/2026).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang diwakili Plt Kepala DTPHP Kutim, Purno Edy. Turut hadir pula, Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir, perwakilan PT PAMA Persada Nusantara, mahasiswa, masyarakat setempat serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Kepala DTPHP Kutim, Purno Edy, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun peternakan dan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini menjadi catatan besar yang perlu kita garis bawahi. Kita tidak bisa bekerja sendiri, membangun sinergi memang tidak mudah, tetapi dengan hadirnya RT, desa, PPL, komunitas, hingga perguruan tinggi, kualitas dan kapabilitas masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu kendala terbesar para peternak lokal saat ini adalah tingginya biaya pakan serta tingginya ketergantungan pasokan telur dan daging dari luar daerah, seperti Kalimantan Selatan.

“Hadirnya inovasi pakan alternatif berbasis budidaya maggot ini menjadi solusi strategis untuk menekan biaya produksi ternak ayam, kambing, sapi, hingga ikan,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah melalui kolaborasi antar dinas terkait akan memfasilitasi pendampingan dari hulu hingga ke hilir, termasuk dalam hal akses bantuan pusat hingga rantai pemasaran hasil produksi.

“Tugas utama kita adalah memperkuat sektor hulu. Pemerintah tidak tinggal diam. Setelah produk hulunya siap, dilanjutkan pendampingan pemasaran melalui Dinas Koperasi UMKM dan Disperindag agar usaha peternak lokal dapat terus berkembang,” pungkasnya.(Adv).

Penulis: Dirhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *