Instankaltim.com – Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memperkuat program parenting bagi orang tua.
Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Peran orang tua juga diperlukan agar pembelajaran dan perkembangan anak dapat didukung secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.
“Ini memang perlu diperkuat, parenting-nya. Sekolah harus ada program parenting, karena orang tua juga perlu diberikan pemahaman bagaimana mendampingi anak. Jadi pendidikan anak itu bukan hanya dilakukan di sekolah, tetapi di rumah juga orang tua punya peran yang sangat penting,” ujar Heri Purwanto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, kegiatan parenting dapat menjadi sarana bagi satuan PAUD untuk memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pola pendampingan anak. Hal tersebut penting karena perkembangan anak tidak hanya berlangsung ketika berada di lingkungan sekolah.
“Orang tua itu harus diberikan pemahaman juga, bagaimana mendampingi anak, bagaimana melihat perkembangan anak, baik dari sisi sosial emosional, psikologis maupun perkembangan motoriknya. Karena anak lebih banyak waktunya juga bersama orang tua di rumah,” katanya.
Heri menambahkan, penguatan program parenting juga berkaitan dengan pentingnya data dan hasil survei lingkungan belajar yang akurat. Informasi tersebut dapat membantu menggambarkan kondisi pembelajaran dan lingkungan pendidikan secara lebih tepat.
“Survei lingkungan belajar itu juga harus diisi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Jangan sampai datanya tidak menggambarkan keadaan di lapangan, karena hasilnya nanti bisa menjadi bahan untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki, termasuk bagaimana keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak,” jelasnya.
Ia berharap satuan PAUD dapat terus melibatkan orang tua dalam berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan anak. Dengan keterlibatan tersebut, pendidikan yang diberikan di sekolah dapat berjalan sejalan dengan pendampingan yang dilakukan keluarga.
“Jadi sekolah dengan orang tua itu harus sama-sama. Kalau sekolah memberikan pembelajaran, di rumah juga harus didukung. Dengan begitu perkembangan anak bisa lebih optimal dan apa yang dilakukan sekolah bisa nyambung dengan apa yang dilakukan orang tua di rumah,” pungkasnya.(Adv).
Penulis: Dirhan













