Samarinda — Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti minimnya kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah bank nasional terhadap pembangunan di Kota Samarinda.
Menurutnya, perbankan selama ini menjadi mitra pemerintah daerah, terutama dalam kerja sama penempatan dana deposito milik Pemerintah Kota Samarinda. Karena itu, DPRD menilai kontribusi sosial perusahaan terhadap daerah juga perlu diperhatikan.
“Kami memanggil pihak perbankan karena mereka merupakan mitra pemerintah daerah, terutama terkait penempatan dana deposito Pemkot Samarinda,” ujarnya, (9/5/26).
Dalam hearing bersama sejumlah bank, termasuk Bank Mandiri, DPRD mempertanyakan sejauh mana realisasi program CSR yang telah diberikan kepada masyarakat Samarinda.
Iswandi menilai kontribusi yang paling nyata selama ini justru datang dari Bank Pembangunan Daerah (BPD).
“Yang benar-benar terlihat manfaatnya justru dari BPD,” katanya.
Ia menegaskan bank nasional tidak seharusnya hanya menikmati keuntungan dari kerja sama keuangan dengan pemerintah daerah, tetapi juga ikut terlibat dalam mendukung pembangunan kota melalui program CSR yang berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan CSR dari sektor perbankan dapat membantu pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Kalau beberapa bank ikut membantu pembangunan lewat CSR, tentu anggaran daerah bisa difokuskan untuk kebutuhan lainnya,” tegasnya.
Iswandi bahkan mencontohkan kemungkinan keterlibatan CSR perbankan dalam proyek Teras Samarinda dengan skema dukungan pada segmen tertentu yang tetap mengikuti aturan yang berlaku.
Selain itu, DPRD juga menilai manfaat kerja sama dengan perbankan tidak bisa hanya dilihat dari besaran bunga deposito, melainkan juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat melalui program sosial perusahaan.
“Kita jangan hanya melihat angka keuntungan deposito, tetapi juga dampak dan manfaat yang kembali ke daerah,” pungkasnya. (Adv/)













