IMG-20251122-WA0018

Hibah Lahan Pemakaman Belum Jelas, DPRD Kritik PT BBE dan Desak Kepastian untuk Warga Loa Bakung

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng

Samarinda — DPRD Kota Samarinda menyoroti belum jelasnya realisasi hibah lahan pemakaman bagi warga Loa Bakung yang dijanjikan oleh PT Bukit Baiduri Energi. Hingga saat ini, masyarakat masih memanfaatkan area konsesi perusahaan sebagai lokasi pemakaman karena belum tersedia lahan pengganti yang pasti.

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menilai kondisi tersebut telah berlangsung terlalu lama dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Warga ini butuh kepastian, bukan hanya rapat dan janji yang terus berulang,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Menurut Ronal, persoalan tersebut sebenarnya telah beberapa kali dibahas bersama pemerintah daerah, perusahaan, dan DPRD. Namun hingga kini belum ada keputusan konkret terkait lokasi maupun legalitas lahan hibah yang akan diberikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, kebutuhan lahan pemakaman baru muncul karena area pemakaman lama berada di kawasan konsesi tambang. Di sisi lain, masyarakat juga pernah diminta menghentikan aktivitas pemakaman di lokasi tersebut tanpa disertai solusi yang jelas.

“Bagaimana masyarakat diminta berhenti melakukan pemakaman, sementara solusi penggantinya belum ada,” katanya.

Selain itu, DPRD juga menemukan sejumlah kendala dalam proses penentuan lahan hibah. Beberapa lokasi yang sempat ditawarkan dinilai kurang layak karena berada di area lereng, sementara sebagian lainnya masih bermasalah terkait status kepemilikan tanah.

“Jangan sampai nanti lahan ditetapkan, ternyata bermasalah secara hukum,” tegasnya.

Ronal menilai kebutuhan dasar masyarakat seperti lahan pemakaman seharusnya menjadi prioritas penyelesaian, terlebih masyarakat selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas perusahaan tambang di wilayah tersebut.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan perusahaan segera memberikan kepastian agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut tanpa penyelesaian nyata.

“Masyarakat sekarang menunggu tindakan, bukan lagi janji,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *