Samarinda — DPRD Kota Samarinda terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu langkah memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui rencana penyusunan regulasi baru yang difokuskan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tepian.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menilai sektor UMKM memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi baru di Samarinda apabila didukung dengan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kota Samarinda perlu mulai mengurangi ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam dengan memperkuat ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi masyarakat. Pengembangan ekonomi kreatif dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.
“Potensi UMKM kita besar dan perlu didukung dengan kebijakan yang jelas agar bisa berkembang lebih maksimal,” ujarnya. (21/5/26)
Helmi menjelaskan regulasi yang tengah disusun DPRD diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus arah yang jelas dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di Samarinda. Dengan adanya regulasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan memperoleh dukungan yang lebih terstruktur dari pemerintah daerah.
Dalam proses pembahasannya, DPRD juga mengusulkan berbagai strategi pengembangan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan akses permodalan bagi pelaku usaha, pelatihan sumber daya manusia, pemetaan potensi usaha lokal, hingga penyediaan ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan produk dan ide usaha.
DPRD menilai sejumlah subsektor ekonomi kreatif di Samarinda memiliki peluang berkembang cukup besar, seperti kuliner, kriya, fesyen, film, seni pertunjukan, hingga industri digital. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara serius agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, posisi Samarinda yang berdekatan dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dianggap menjadi peluang strategis bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah.
“Kalau UMKM berkembang, dampaknya bukan hanya pada ekonomi masyarakat tetapi juga peningkatan PAD daerah,” tandasnya. (Adv)













