IMG-20251122-WA0018

DPRD Samarinda Ingatkan Koperasi Merah Putih Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi

Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan perhatian serius terhadap rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah kota. Ia menekankan agar keberadaan koperasi tersebut tidak hanya menjadi program formalitas semata, tetapi benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Menurut Iswandi, konsep pengembangan koperasi harus dirancang secara matang dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia menilai pemerintah perlu berhati-hati agar keberadaan koperasi baru tidak justru menimbulkan persaingan yang merugikan usaha kecil dan menengah yang selama ini telah tumbuh dan bertahan di tengah masyarakat.

Politisi dari PDI Perjuangan itu menilai apabila koperasi hanya menjalankan usaha yang serupa dengan apotek maupun ritel modern seperti minimarket, maka potensi benturan ekonomi dengan pelaku usaha lokal akan sulit dihindari.

“Yang terpenting, koperasi harus memberi nilai tambah, bukan menjadi pesaing langsung usaha yang sudah ada,” ujarnya. 25/5/26

Dengan rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di 59 kelurahan di Samarinda, Iswandi mendorong agar koperasi memiliki arah usaha yang lebih strategis dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah menjadikan koperasi sebagai agen distribusi LPG 3 kilogram.

Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih realistis dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, terutama untuk membantu mengatasi persoalan kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang selama ini masih sering dikeluhkan warga di berbagai wilayah.

“Kalau koperasi menjadi agen LPG 3 kilogram, distribusinya bisa langsung menjangkau RT-RT. Ini lebih efektif dibanding membuka usaha yang sudah banyak pesaingnya,” jelasnya.

Iswandi menilai distribusi LPG melalui koperasi juga dapat memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan sekaligus menciptakan sistem distribusi yang lebih dekat dengan warga.

Dengan pola tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Lebih jauh, ia juga mengusulkan adanya konsorsium antar koperasi di tingkat kelurahan agar pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih besar dan terintegrasi. Dengan dukungan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar per kelurahan, Iswandi melihat peluang besar untuk membangun sistem distribusi yang lebih kuat bahkan hingga pada tahap pendirian pabrik pengisian LPG.

“Kalau digabungkan, ini bisa menjadi kekuatan besar. Kita bisa bicara sampai ke pembangunan pabrik pengisian LPG. Ini lebih jelas arah dan manfaatnya,” tambahnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Samarinda dapat mempertimbangkan gagasan tersebut secara matang agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat sekaligus solusi konkret atas persoalan kebutuhan energi masyarakat di Kota Samarinda. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *