IMG-20251122-WA0018

DPRD Samarinda Dorong Penambahan Hidran di Permukiman Padat untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Samarinda – Risiko kebakaran di kawasan permukiman padat masih menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian serius di Kota Samarinda. Tingginya kepadatan bangunan serta terbatasnya akses menuju lokasi kejadian sering kali menjadi hambatan dalam proses penanganan ketika kebakaran terjadi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai upaya mitigasi harus diperkuat melalui penyediaan sarana pendukung yang memadai di lingkungan masyarakat. Menurutnya, langkah pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan respons petugas pemadam kebakaran, tetapi juga perlu didukung infrastruktur yang mampu mempercepat penanganan sejak awal kejadian.

Ia berpandangan bahwa keberadaan hidran di lingkungan permukiman menjadi salah satu fasilitas penting yang harus mulai diperbanyak, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi.

“Yang harus kita pikirkan sekarang bukan hanya bagaimana memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi bagaimana memastikan masyarakat memiliki fasilitas pendukung yang memadai sejak awal. Hidran lingkungan menjadi salah satu kebutuhan yang penting,” ujarnya, (13/6/2026).

Deni menjelaskan, ketersediaan hidran akan mempermudah petugas memperoleh pasokan air ketika melakukan pemadaman. Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam atau berada cukup jauh dari sumber air.

Ia juga menilai penempatan hidran harus dilakukan berdasarkan pemetaan tingkat kerawanan sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Daerah-daerah yang padat penduduk tentu harus menjadi prioritas. Kita ingin ketika terjadi keadaan darurat, petugas tidak lagi terkendala persoalan sumber air atau sarana pendukung lainnya,” katanya.

Selain memperbanyak hidran, Deni mendorong pemerintah melengkapi kawasan permukiman dengan fasilitas penunjang lain, seperti pompa air dan perlengkapan pemadaman awal yang dapat digunakan masyarakat sebelum petugas tiba di lokasi.

Menurutnya, penguatan mitigasi kebakaran membutuhkan sinergi antara pemerintah, perangkat daerah, dan masyarakat agar risiko kerugian akibat kebakaran dapat ditekan.

“Keselamatan warga harus menjadi perhatian bersama. Karena itu saya berharap kebutuhan-kebutuhan dasar untuk mitigasi kebakaran bisa mendapat perhatian lebih dalam program pembangunan ke depan,” tutupnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *