Instankaltim.com – Kutim – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan upaya menghadapi perubahan iklim terus diperkuat oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC). Melalui Human Safety Environment and Security (HSES), KPC kembali menggelar Seminar Lingkungan Hidup sebagai rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup atau Green Olympic 2026
Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (18/6/2026), dengan mengusung tema “Our Power, Our Planet: Bersama Menghadapi Perubahan Iklim Melalui Aksi Nyata dan Budaya Berkelanjutan”.
Turut hadir mewakili Bupati Kutim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim Aji Wijaya Efendi, Camat Sangatta Utara Hasdiah, Chief Operating Officer (COO) sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) KPC Hendro Ichwanto, GM ESD Wawan Setiawan, GM HSES Handi Suhandi, GM MOD Muhammad Raizal, GM HR Iffan Fanani, GM MDD Seno Syahrin, dan GM CMD Didik Mardiono.
Seminar juga dibuka secara virtual melalui Zoom oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara sekaligus Kepala Teknik Tambang Kementerian ESDM RI, Ahmad Syauqi.
Dalam sambutannya, Ahmad Syauqi menegaskan pentingnya penerapan Good Mining Practice (GMP) di seluruh perusahaan pertambangan, khususnya dalam pengendalian pencemaran air dan udara serta pengelolaan limbah B3 secara ketat di wilayah operasional.
“Saya mengapresiasi KPC yang telah menyelenggarakan seminar lingkungan hidup dengan melibatkan pemerintah, kontraktor, pelajar, dan mahasiswa,” ujar Ahmad Syauqi.
Ia juga mengajak seluruh insan pertambangan untuk bersama-sama melakukan aksi nyata dalam mendukung transisi energi dan mengoptimalkan program reklamasi serta penghijauan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mengatasi perubahan iklim.
“Ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam membantu program pelestarian lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan lingkungan yang baik demi mewujudkan alam yang hijau, sehat, dan lestari. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan swasta lainnya,” ungkapnya.
Seminar tersebut juga menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Founder Greeneration Indonesia, Waste4Change, dan Exoxyztem, Mohammad Bijaksana Junerosano, serta Founder Yosofarm, Sri Widodo Yosofarm. Kegiatan dipandu oleh Rahel Pamian, Gita Akmal Daffa, dan Maria Estefania Lake dari HSES KPC.
Dalam paparannya, Mohammad Bijaksana Junerosano menekankan bahwa aksi kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
“Pengelolaan sampah yang baik melalui waste management, penerapan ekonomi sirkular (circular economy), dan budaya keberlanjutan (sustainability) menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari permasalahan sampah,” paparnya.
Sementara itu, Sri Widodo Yosofarm mengangkat tema pertanian terpadu skala rumahan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengelola limbah rumah tangga secara berkelanjutan. “Merawat bumi dimulai dari rumah sendiri,” ungkap Sri Widodo.
Ia menjelaskan bahwa Yoso Farm yang dikelolanya dikenal sebagai pelopor pertanian pekarangan yang menerapkan konsep homesteading atau kemandirian pangan dan energi serta integrated farming atau pertanian terpadu.
Pada kesempatan tersebut juga digelar seremoni penyerahan Piala Green Olympic dari PT PAMA selaku Juara Umum Green Olympic 2025 kepada CEO/KTT KPC Hendro Ichwanto, yang kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia Green Olympic 2026, Pascal Samban.
Sebagai informasi, Green Olympic 2026 di lingkungan KPC diramaikan dengan berbagai kegiatan dan perlombaan antar karyawan, di antaranya Aksi Bersih Lingkungan, Green Innovation Think, Green Office, Kandarigat Award, Lomba Video Pendek, Foto, Poster, Yel-Yel, Green Hiking, Crocodile Boat Race, hingga Green Olympic Goes to School.
Seluruh rangkaian kegiatan Green Olympic 2026 dijadwalkan akan ditutup pada 7 Agustus 2026, sekaligus menjadi momentum memperkuat budaya keberlanjutan dan kepedulian lingkungan di lingkungan perusahaan maupun masyarakat Kutai Timur.
“Perubahan iklim bukan hanya tantangan masa depan, tetapi persoalan hari ini yang membutuhkan aksi nyata bersama. Dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga perubahan pola hidup, setiap langkah kecil memiliki arti besar untuk menjaga bumi tetap lestari,” pungkasnya.













