IMG-20251122-WA0018

WIM RUN dan EDUCATION 2026, PERHAPI Kutim Ajak Perempuan Tambang Bergerak Sehat dan Lawan Kekerasan Seksual

Foto : Women In Mining (WIM) RUN & EDUCATION 2026 yang digelar oleh Persatuan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Kutai Timur di Lapangan Jogging Track Swarga Bara, Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Sabtu (20/06/2026).

Instankaltim.com – Kutim – Semangat pemberdayaan perempuan dan kepedulian terhadap isu kekerasan seksual mewarnai kegiatan perdana Women In Mining (WIM) RUN & EDUCATION 2026 yang digelar oleh Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Kutai Timur di Lapangan Jogging Track Swarga Bara, Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Sabtu (20/06/2026).

Mengusung semangat peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual pada Situasi Konflik dengan tema besar “Weaponizing Vulnerability in Times of War”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan, kesehatan, dan kesetaraan bagi perempuan, khususnya di sektor pertambangan.

Sebanyak 203 peserta perempuan, yang berasal dari karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan berbagai perusahaan kontraktor, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Hadir dalam acara itu, General Manager Human Resources (HR) KPC Iffan Fanani, para PJO kontraktor, Ketua PERHAPI Kutim Zulfikar Rahman Sagala, serta Ketua Panitia Rahel Pamian.

Sebelum memulai lari, seluruh peserta mengikuti senam bersama Sabtu Kita Senam (SKS) yang digelar bersamaan dengan Wellness Program KPC. Tepat pukul 07.30 WITA, GM HR KPC Iffan Fanani mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya WIM RUN 3 Kilometer (3K).

Foto : Ketua PERHAPI Kutim, Zulfikar Rahman Sagala.

Rute lari dimulai dari Jogging Track Swargabara, melewati Perumahan Bumi Etam, Perumahan Lembah Hijau, Perumahan G.House, dan kembali finis di titik awal. Demi menjamin keamanan peserta, panitia juga menyiapkan tim rescue dan tenaga kesehatan di sejumlah titik sepanjang lintasan.

Ketua PERHAPI Kutim, Zulfikar Rahman Sagala, menyampaikan apresiasi kepada manajemen KPC, perusahaan kontraktor, sponsor, panitia, serta seluruh peserta yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan perdana tersebut.

“Semoga ini menjadi awal yang baik. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan oleh PERHAPI Kutim dan ke depan diharapkan dapat terus berlanjut. Selain menjadi sarana olahraga dan menjaga kesehatan, kegiatan ini juga menjadi media edukasi, rekreasi, serta mempererat silaturahmi antar karyawan dan anggota PERHAPI Kutim,” ujar Zulfikar.

Zulfikar juga menjelaskan penyelenggaraan WIM RUN dan EDUCATION 2026 sekaligus menjadi bukti komitmen KPC dan perusahaan kontraktor dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan inklusif bagi pekerja perempuan.

“Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan, mulai dari penerapan anti kekerasan dan anti diskriminasi, pemenuhan hak reproduksi perempuan seperti cuti haid dan cuti melahirkan, hingga penyediaan berbagai fasilitas yang ramah perempuan,” jelasnya.

Foto : Seluruh peserta mengikuti senam bersama Sabtu Kita Senam (SKS) yang digelar bersamaan dengan Wellness Program KPC.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan makanan sehat, air mineral, serta medali finisher bagi 150 peserta tercepat yang berhasil menyelesaikan lintasan. Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada peserta dengan kostum paling unik selama kegiatan berlangsung.

Tak berhenti pada kegiatan olahraga, WIM RUN & EDUCATION 2026 juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengukuran Body Mass Index (BMI), pengecekan tekanan darah, dan gula darah. Antusiasme peserta semakin tinggi dengan digelarnya Seminar Kesehatan Perempuan yang dibawakan oleh Direktur Wellness Program Klinik ISOS Site KPC, dr. Diah Fita Sari.

Dalam pemaparannya, dr. Diah menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan fisik, mental, dan pengaturan nutrisi yang tepat bagi perempuan dan keluarga. Ia juga menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual, baik secara fisik maupun verbal, yang belakangan ramai menjadi perbincangan di lingkungan sosial dan media sosial.

“Penanganan persoalan ini membutuhkan perhatian serius dan kolaborasi dari pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, hingga masyarakat,” ujar dr. Diah.

Melalui kegiatan ini, PERHAPI Kutim ingin menegaskan bahwa perempuan di dunia pertambangan tidak hanya memiliki ruang untuk berkarya dan berprestasi, tetapi juga berhak mendapatkan perlindungan, kesehatan, dan kesempatan yang setara dalam lingkungan kerja yang aman dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *