Instankaltim.com – Kutim – Video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), viral di media sosial. Dalam video tersebut, muncul narasi yang menyebut koperasi dibangun di tengah hutan dan jauh dari pusat aktivitas masyarakat.
Narasi itu langsung dibantah oleh pengurus koperasi bersama pemerintah desa. Mereka menegaskan bahwa pembangunan koperasi telah melalui perencanaan matang dan menjadi bagian dari master plan pengembangan kawasan desa.
Salah seorang pengurus KDKMP, Bakrie, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan dipilih berdasarkan lahan hibah dari Pemerintah Desa Tepian Terap. Menurutnya, keputusan tersebut bukan dilakukan secara asal, melainkan mengacu pada rencana pengembangan desa dalam jangka panjang.
“Kami sangat menyayangkan narasi yang dibangun di media sosial karena bersifat provokatif. Lokasi koperasi disebut tidak strategis tanpa melihat fakta dan rencana pengembangan yang sebenarnya,” ujar Bakrie didampingi aparat desa, Selasa (28/07/2026).
Ia menjelaskan, kawasan seluas sekitar dua hektare itu akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa. Selain gedung koperasi, pemerintah desa telah merancang pembangunan rest area lengkap dengan musala, toilet umum, gazebo, sentra UMKM, hingga pertashop.
Tak hanya itu, pengembangan kawasan juga sudah mulai berjalan. Bersama masyarakat, pemerintah desa telah menanam berbagai tanaman produktif di sekitar lokasi, seperti kelapa, alpukat, kelengkeng, dan durian sebagai bagian dari konsep kawasan terpadu.
“Semua sudah sesuai dengan rencana besar yang telah disusun oleh pemerintah desa,” tegasnya.
Bakrie menambahkan, pemilihan lokasi rest area bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut berada di jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Selain dilintasi kendaraan antarwilayah, area itu juga berada di sekitar empat perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Menurutnya, keberadaan koperasi justru diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru yang mampu melayani kebutuhan masyarakat, pengguna jalan, hingga para pekerja perusahaan yang setiap hari melintas.
“Justru lokasi koperasi ini sangat strategis. Karyawan perusahaan, masyarakat Kutai Timur maupun Berau setiap hari melewati jalur ini. Kami optimistis koperasi ini akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)
