IMG-20251122-WA0018

Pol Airud Polres Kutim Kawal Penanganan Jenazah Nelayan Bontang yang Ditemukan di Pantai Teluk Prancis

Foto : Penemuan jenazah di Pantai Teluk Prancis, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (18/8/2026) siang.

Instankaltim.com – Kutim – Jenazah seorang nelayan asal Kota Bontang ditemukan di kawasan Pantai Teluk Prancis, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (18/8/2026) siang.

Korban diketahui bernama Jainudin (59), warga Jalan Batu Sahasa 4 RT 011, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam di wilayah perairan Kota Bontang.

Penemuan jenazah tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WITA saat dua orang saksi, Suryansyah (31) dan Yudi Kurniawan (29), yang diketahui merupakan keponakan korban, melakukan pencarian di sepanjang kawasan pantai.

Keduanya menyisir wilayah Pantai Teluk Prancis hingga kemudian menemukan jenazah korban berada di pinggir pantai. Setelah menemukan jasad tersebut, Suryansyah kemudian menghubungi pihak Basarnas Bontang untuk melaporkan penemuan tersebut.

Tak lama berselang, tim Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan mendatangi lokasi dan melakukan proses evakuasi terhadap jenazah.

Sementara itu, personel Polsek Sangatta Selatan dan Satpolairud Polres Kutai Timur yang tiba di lokasi mendapatkan informasi bahwa jenazah telah lebih dahulu dievakuasi oleh tim Basarnas Bontang dan personel TNI AL.

Kapolres Kutim AKBP Aryansyah melalui Kasat Pol Airud Polres Kutim IPTU Herianto menjelaskan, personel Pol Airud bersama jajaran terkait langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi mengenai penemuan jenazah di kawasan Pantai Teluk Prancis, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan.

“Setelah menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, saat petugas tiba, jenazah telah lebih dahulu dievakuasi oleh Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan,” jelas IPTU Herianto.

IPTU Herianto mengungkapkan dari keterangan dua saksi yang berada di lokasi, jenazah tersebut diduga merupakan Jainudin, nelayan asal Kota Bontang yang sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Kamis (13/8/2026).

“Setelah proses evakuasi, jenazah kemudian dibawa menuju Kota Bontang untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan menjalani proses lebih lanjut sesuai prosedur,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan dan kawasan pantai, agar selalu mengutamakan keselamatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di sekitar pantai agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *