IMG-20251122-WA0018

Paskibraka Kutim 2026 Berpisah dari Pemusatan, Tinggalkan Cerita dan Ikatan Persaudaraan

Foto : Bu Lurah dan Pak Lurah Paskibraka Kutim 2026, Keylila Aira Alfarizzi (kiri) dan Jordy (Kanan).

​Instankaltim.com – Kutim – Suasana hangat diselingi gelak tawa dan tepuk tangan meriah mewarnai malam penutupan seluruh rangkaian kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Momen ini dikemas dalam kegiatan Wisata Karya Paskibraka Kutim 2026 di Aula Kaniungan Resort, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kamis (20/8/2026) malam.

Panggung malam itu seketika berganti menjadi ruang penyampaian kesan dan pesan yang akrab bagi anggota Paskibraka untuk mencurahkan isi hati, tentang lelah, tawa, hingga ikatan persaudaraan yang telah terpatri erat.

​Mewakili rekan-rekannya, Keylila Aira Alfarizzi sebagai Lurah Putri Paskibraka Kutim 2026 menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran yang setia mendampingi proses panjang mereka.

Foto : Keceriaan Paskibraka Kutim 2026 melakukan Wisata Karya ke Pulau Kaniunga, Biduk-biduk, Kabupaten Berau.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pelatih, pamong, panitia dan tim medis yang terus membimbing kami dan menyalurkan tenaga maksimal, sehingga seluruh kegiatan Paskibraka berjalan dengan sukses,” ujar Keylila.

​Menurutnya, perjalanan ini adalah bagian dari proses pendewasaan. Rasa terima kasih mendalam dipanjatkan atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan, yang diharapkan menjadi amalan berharga sekaligus bekal hidup di masa depan.

“Perjuangan sejak awal seleksi, pradiklat, pusdiklat hingga karya wisata akan menjadi pengalaman yang paling mengesankan bagi kami. Dari yang awalnya tak saling mengenal, akhirnya menjadi satu keluarga yang saling menguatkan,” ungkapnya.

​Hal serupa juga disampaikan Lurah Putra Paskibraka Kutim 2026, Jordy. Dengan nada penuh semangat, ia menekankan proses panjang yang dilalui selama Pusdiklat telah mengubah mereka dari pribadi yang penuh kekurangan menjadi sosok yang jauh lebih baik.

“Seluruh proses yang kita dapatkan dalam Paskibraka akan kami kenang dan ceritakan kepada teman-teman dan orang tua.

Ia juga berharap berakhirnya masa pemusatan latihan tidak menjadi akhir dari kebersamaan, melainkan menjadi awal untuk terus menjaga tali silaturahmi yang telah terjalin erat.

“Saya harap keakrabannya dan persaudaraannya yang sudah terjalin selama ini dapat terus terjaga dengan baik. Saya ingin kebersamaan ini tetap berlanjut dan kita tetap saling mendukung satu sama lain,” harapnya.

Foto : Muh Yoga Aditya P mewakili para pamong Paskibraka Kutim 2026 menyampaikan pesan dan kesan.

Sementara itu, mewakili para Pamong, Muh Yoga Aditya P berpesan kepada para Paskibraka Kutim untuk terus menanamkan dengan baik etika, rasa hormat dan kerendahan hati.

Menurutnya, Menghormati panitia, pelatih, tim medis, hingga pamong bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari karakter dan nilai diri seorang anggota Paskibraka.

“Kami tidak gila hormat, tapi kami ingin melihat nilai kalian. Etika dan adab tolong dijaga. Jangan sampai penilaian buruk melekat hanya karena kita mengabaikan rasa saling menghargai,” tegas Yoga.

Ia juga mendorong para adik-adik Paskibrak Kutim 2026 untuk tetap fokus mengejar cita-cita dan mengabaikan hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan.

“Perjalanan kalian masih panjang. Kejar cita-cita kalian sebaik-baiknya, karena penyesalan itu selalu datang di akhir, bukan di awal,” tutup Yoga, yang disambut riuh tepuk tangan dan semangat membara dari seluruh anggota Paskibraka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *