Instankaltim.com – Kutim – Perjalanan panjang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 akhirnya sampai di penghujung kegiatan usai menuntaskan tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para anggota Paskibraka kini menutup kisah perjuangan mereka melalui kegiatan Wisata Karya di Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Bukan sekadar perjalanan wisata, kegiatan ini menjadi ruang untuk melepas lelah, berbagi cerita dan merajut kembali kenangan selama menjalani masa pendidikan dan pelatihan.
Di penghujung seluruh rangkaian kegiatan, tibalah saatnya tim pelatih menyampaikan pesan dan kesan selama kegiatan pelatihan Paskibraka Kutim 2026.
Mewakili para pelatih, AIPTU Wahyu Winarko menyampaikan apresiasi kepada pihak panitia, tim medis, pamong, serta jajaran pelatih lintas matra dari TNI dan Polri yang telah memberikan waktu, tenaga, perhatian pendampingan dan menjadi bagian penting dalam perjalanan Paskibraka Kutim 2026.

”Kami di kepelatihan mendapat tantangan dengan durasi persiapan sekitar dua minggu. Namun, materi dasar bisa diselesaikan intensif dalam tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan,” ujar AIPTU Wahyu Winarko.
AIPTU Wahyu juga mengapresiasi khusus kepada seluruh anggota Paskibraka Kutim 2026. Di tengah waktu persiapan yang tergolong singkat, mereka dinilai mampu menunjukkan kedisiplinan, semangat, serta daya tangkap materi yang luar biasa.
“Angkatan 2026 ini sangat cepat menyerap materi sehingga prosesi pengibaran dan penurunan dapat berjalan sukses tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Selain evaluasi teknis, tim pelatih menekankan tiga poin penting sebagai bekal karakter bagi para anggota Paskibraka setelah kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat, yakni motto TTS (Tahu diri, Tahan diri, Sadar diri).
“Satu lagi pesan saya, “Bercita-citalah setinggi langit. Seandainya kalian jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang-bintang.” Bukan hal yang tidak mungkin IKN berpindah ke Kalimantan Timur, nanti kalian akan menjadi presiden atau calon-calon pemimpin di masa depan,” pesannya.

Bukan hanya tim pelatih, tim medis Paskibraka Kutim 2026 juga turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Paskibraka sehingga berjalan dengan baik dan sukses.
Dalam penyampaiannya, perwakilan tim medis, dr. Andi Fahripa, mengingatkan seluruh anggota Paskibraka untuk terus menjaga kesehatan fisik setelah selesainya kegiatan yang menguras stamina tersebut.
“Pesan saya, adik-adik Paskibraka selalu tetap jaga kesehatan dengan baik. Kami dari tim medis juga memohon maaf apabila selama kegiatan dilapangan masih terdapat banyak kekurangan,” pesannya.
“Satu lagi pesan saya, adik-adik Paskibraka jangan segan untuk tetap saling menyapa jika bertemu di kemudian har,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, dr Mardin juga turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia mengapresiasi kebersamaan yang terjalin antara peserta, pelatih, dan tim kesehatan.
“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan keluarga dan adik-adik baru. Terima kasih atas kebersamaannya, dan kami memohon maaf jika ada salah tindakan selama kegiatan berlangsung,” singkatnya.
Seluruh rangkaian penutupan dan anjangsana diakhiri dengan permohonan maaf saling memaafkan antarunsur pelatih, pamong, dan peserta untuk mempererat kebersamaan yang telah terjalin selama masa karantina.













