Instankaltim.com – Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan inklusi melalui penguatan kapasitas tenaga pengajar di seluruh jenjang sekolah formal.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga harus ditunjang kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dalam memberikan layanan pendidikan secara inklusif.
Menurutnya, keberadaan tenaga pendidik yang memahami karakteristik dan kebutuhan masing-masing peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa.
“Persoalannya bagaimana anak-anak disabilitas ini bisa tertampung dengan baik jika kita tidak punya guru yang memiliki ilmunya. Karena itu, sejak 2024 guru-guru kita kuliahkan khusus ilmu inklusi,” ujar Mulyono, saat ditemui di ruang kerjanya Kantor Disdikbud Kutim, Senin (21/09/2026).
Mulyono menjelaskan sebagai bentuk komitmen tersebut, program beasiswa pendidikan inklusi yang digulirkan Disdikbud Kutim telah melahirkan ratusan tenaga pengajar tersertifikasi dalam dua tahun terakhir. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap sekolah memiliki pendamping yang mampu memfasilitasi kebutuhan belajar siswa disabilitas secara profesional.
“Program kuliah inklusi ini sudah meluluskan 191 guru pada tahun 2025, dan bertambah lagi sebanyak 267 guru yang lulus pada tahun 2026 ini,” jelas Mulyono.
Mulyono juga mengungkapkan meski kelulusan guru inklusi terus bertambah, Disdikbud Kutim tetap memfokuskan pemerataan tenaga pengajar agar tersebar secara adil di seluruh wilayah kecamatan di Kutim. Ditargetkan setiap unit sekolah di Kutim memiliki minimal satu orang guru pengampu yang menguasai metode pembelajaran inklusi.
“Target kami minimal satu sekolah ada satu guru inklusi. Dengan begitu, anak-anak berkebutuhan khusus dapat tertangani secara optimal di mana pun mereka bersekolah,” pungkasnya.(Adv)
Penulis: Dirhan













