IMG-20251122-WA0018

Bupati Ardiansyah Dorong Pelajar Kutim Bijak Manfaatkan Teknologi dan Siapkan Diri Sambut Peluang Masa Depan

Foto : Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Instankaltim.com – Kutim – Pesatnya perkembangan teknologi di era digital saat ini membuka ruang yang luas bagi generasi muda Kutai Timur (Kutim) untuk belajar, berkarya dan membangun kemampuan. Namun, kemudahan akses tersebut juga harus diiringi dengan sikap bijak, agar teknologi tidak justru menjadi pintu masuk berbagai perilaku negatif.

Hal ini disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Grand Finas Duta Pelajar Kutim 2026 yang digelar Kutim Action Center (KAC) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (26/09/2026).

“Di era digital saya berharap anak-anak kita mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, bukan terjerumus pada berbagai penyimpangan. Jadilah generasi yang percaya diri, berkarakter dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Bupati Ardiansyah.

Bupati Ardiansyah menilai, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan Kutim ke depan. Karena itu, pelajar tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter kuat, keterampilan, serta keberanian untuk terus mengembangkan diri.

“Saya mengajak para pelajar agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi digital, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri masing-masing,” pintanya.

Orang nomor satu di Kutim itu juga melihat perkembangan pembangunan dan investasi di Kutim akan menciptakan semakin banyak peluang bagi generasi muda. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan kesiapan sumber daya manusia sejak dini.

“Seiring dengan perkembangan pembangunan dan investasi di Kutai Timur akan semakin banyak peluang yang terbuka bagi generasi muda. Karena itu persiapkan diri dengan pendidikan, keterampilan, karakter dan semangat untuk terus belajar,” pesannya.

Ia berharap para pelajar Kutim mampu melihat perkembangan zaman sebagai peluang, bukan sekadar mengikuti tren.

“Dengan penguasaan teknologi yang dibarengi pendidikan, karakter dan keterampilan, saya yakin akan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah,” tutupnya.(Adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *