IMG-20251122-WA0018

Wisuda XXI STIPER Kutim, Asisten III Setkab Kutim Didorong Para Lulusan Jadi Generasi Penggerak Daerah

Foto : Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Idham Cholid, menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-21 Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim Tahun 2026, di Gedung Serba Guna (GSG), Rabu (07/10/2026).

Instankaltim.com – Kutim – Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Idham Cholid, menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-21 Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim Tahun 2026, di Gedung Serba Guna (GSG), Rabu (07/10/2026).

Dalam sambutannya, Idham Cholid, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan serta kepada orang tua dan keluarga yang selama ini terus memberikan dukungan kepada anak-anaknya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutim maupun secara pribadi, mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi meraih gelar sarjana. Hari ini adalah momentum bersejarah yang menandai puncak dari kerja keras, ketekunan dan pengorbanan saudara-saudara selama menempuh studi,” ujar Idham.

Menurutnya, STIPER Kutim memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat mendukung arah pembangunan Kutim.

“Para lulusan STIPER Kutim harus turut serta mengambil peran dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan sektor pertanian, inovasi, dan pemanfaatan teknologi,” katanya.

Idham juga menegaskan potensi pertanian yang mencakup ketahanan pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan sektor produktif lainnya perlu terus dikembangkan sebagai salah satu sektor yang mampu menopang perekonomian daerah dalam jangka panjang.

“Ketergantungan kita pada sektor pertambangan yang tidak terbarukan harus mulai dikurangi secara bertahap. Pertanian harus kita jadikan sebagai fondasi utama perekonomian Kutim di masa depan,” tegasnya.

Idham juga menyampaikan perlunya hilirisasi hasil pertanian. Produk yang dihasilkan masyarakat, menurutnya, perlu diolah di daerah sehingga tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

“Tidak boleh lagi hasil pertanian kita hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Kita perlu lebih jauh berkembang,” jelasnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi dinilai membuka peluang baru bagi lulusan STIPER untuk mengembangkan sektor pertanian secara lebih modern. Pengelolaan data, penggunaan drone, otomasi, hingga kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas dan efisiensi.

“Sekarang kita telah memasuki era pertanian modern. Saatnya saudara-saudara memanfaatkan teknologi. Namun ingat, teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti peran manusia,” tutupnya.(Adv).

Penulis: Dirhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *